Kandidat BEM UBT No 01 Ini Inginkan Mahasiswa Berdaya di Perbatasan

0

Tarakan- Kraya.id. Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang terletak di wilayah pinggiran negara Republik Indonesia, menjadi garda terdepan membangun kualitas SDM khususnya mahasiswa di wilayah perbatasan.

Beberapa program pendidikan dengan maksud mencerdaskan kehidupan bangsa, dilaksanakan guna menopang daya fikir peserta didik di wilayah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) agar kompetitif dengan bidang studinya.

Selaras dengan hal itu, Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) periode 2021, Andriansyah juga menginisiasi hal serupa. Ia mengungkap, pada kehidupan di masa depan dalam menghadapi persaingan global, maka mahasiswa UBT harus menjadi pemenang disegala lini.

“Mahasiswa UBT harus menjadi pemenang disegala kompetisi. Entah itu dalam hal prestasi, lapangan pekerjaan atau bahkan dalam hal gerakan sosial. Hal itu agar ilmu dasar yang ditekuni (mahasiswa) dapat diabdikan kepada masyarakat,” terangnya saat ditemui disalah satu warung kopi oleh Kraya.id, Kamis (4/2/2021) sore.

Meski dalam pelaksanaannya bukan satu hal mudah, pria yang biasa disapa Andri ini menyadari, masalah di perbatasan terkenal dengan beberapa aspek. Baik aspek sosial-ekonomi, pendidikan dan pertahanan sejauh ini belum terentaskan.

“Sebagai provinsi termuda di Indonesia, tentu permasalahan seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tak jarang di daerah terdalam Kaltara ditemukan layanan kesehatan yang terbatas, fasilitas pendidikan yang kurang mendukung dan jalan poros masyarakat yang berlubang,” ujar eks Kepala Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Himajep UBT periode 2019-2020 tersebut.

Melihat hal itu, peran dan kontribusi mahasiswa sangat kompleks dibutuhkan. Beberapa bidang fakultas yang ada di kampus UBT, harus berinisiatif untuk menggerakkan jiwa pengabdiannya sebagai katalisator perubahan (kepanjangan tangan) di Kaltara.

Pada aspek sosial-ekonomi, menurutnya, mahasiswa yang sesuai bidang studinya harus mengabdikan ilmu ekonominya guna membangun kemandirian masyarakat.

Kemudian aspek pendidikan, mahasiswa di fakultas keguruan perlu menjadi pengajar yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di perbatasan. Begitu juga dengan bidang fakultas lainnya.

“Bila nilai pengabdian mahasiswa tinggi, maka besar kemungkinan problematika yang disebutkan akan terminimalisir,” pungkasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma), Hasbi Nur Ardi menambahkan, dalam memenangkan kompetisi di masa depan nilai-nilai pengabdian yang dimaksud dapat menjadi ajang pelatihan bagi mahasiswa sebelum nantinya terjun ke dunia nyata.

“Selama masa studi, mahasiswa yang sudah biasa mengabdi dan bertatap muka dengan masyarakat, maka kelak tidak akan kebingungan bersosialisasi dan membangun kampung halamannya masing-masing. Bila pun diberi amanah menjabat sebagai Presma dan Wapresma di UBT, maka hal ini yang akan kami tekankan,” ucap penerima Beasiswa Djarum periode 2020-2021 tersebut.

Seperti yang diketahui, pasangan ABI (Andriansyah-Hasbi) merupakan salah satu kandidat di Pemilihan Raya (Pemira) UBT dengan nomor urut 01. Mereka mengusung jargon Aktualisasikan Satu Suara atau “AKSARA”. (*/van/adv).

Share.

About Author

Leave A Reply