June 6, 2026
Kaltara Tarakan

Terpilih Aklamasi, Anhari Firdaus Pimpin BEM Se-Kalimantan Wilayah Kaltara

  • April 11, 2026
  • 2 min read
Terpilih Aklamasi, Anhari Firdaus Pimpin BEM Se-Kalimantan Wilayah Kaltara

Kalimantan Raya, Tarakan – Estafet kepemimpinan aliansi mahasiswa di Kalimantan Utara (Kaltara) resmi berganti. Anhari Firdaus terpilih menjadi Koordinator Wilayah (Korwil) BEM Se-Kalimantan (BEM SEKA) Wilayah Kaltara dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Sabtu sore (11/4/2026).

Anhari terpilih secara aklamasi melalui forum yang dihadiri oleh delegasi dari tujuh perguruan tinggi yang tersebar di Bumi Benuanta, mulai dari Kabupaten Bulungan, Nunukan, hingga Kota Tarakan selaku tuan rumah.

Pasca terpilih, Anhari Firdaus mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi gerakan mahasiswa saat ini adalah menurunnya minat berorganisasi di kalangan mahasiswa. Fenomena kemunduran minat ini menjadi salah satu pokok bahasan serius dalam diskusi bersama para Presiden Mahasiswa (Presma) se-Kaltara.

“Masukan dari teman-teman Presma dan Ketua BEM di Kaltara, saat ini banyak sekali kemunduran terhadap minat organisasi maupun minat mahasiswa ikut dalam gerakan. Ini menjadi kekhawatiran sekaligus prioritas kami,” ujar Anhari saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya, BEM SEKA Wilayah Kaltara akan merumuskan solusi konkret untuk kembali meningkatkan daya tarik organisasi agar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa secara luas.

Selain isu internal kampus, Anhari menekankan bahwa arah gerak BEM SEKA ke depan akan lebih vokal dalam menyoroti kondisi sosial di wilayah perbatasan. Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, kesejahteraan masyarakat di garda terdepan NKRI dinilai masih jauh dari kata maksimal.

Anhari menilai perhatian pemerintah, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional, belum menyentuh akar persoalan kesejahteraan masyarakat perbatasan secara menyeluruh.

“Karena kita berada di wilayah perbatasan, kami menganggap perhatian pemerintah hari ini belum maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat di sana. Hal ini akan selalu kita gaungkan dan kita perjuangkan. Ini akan menjadi fokus utama perjuangan BEM Se-Kalimantan Wilayah Kaltara,” tegasnya.

Kehadiran tujuh kampus dalam Muswil kali ini dianggap sebagai modal kekuatan kolektif yang solid untuk mengawal kebijakan publik setahun ke depan. Dengan terpilihnya nakhoda baru, aliansi ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang kebijakan yang lebih progresif di Kalimantan Utara.

Forum tertinggi mahasiswa ini berakhir dengan semangat rekonsiliasi, menandai babak baru perjuangan mahasiswa Kaltara dalam menjaga marwah demokrasi dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat di pelosok perbatasan.