Kalimantan Raya, Tarakan – Suara gemuruh mesin kanan khas Vespa dan deretan skuteris berpenampilan necis memadati area Terminal Pasar Tenguyun pada Sabtu malam (16/5/2026). Ratusan pencinta otomotif tersebut berkumpul untuk merayakan malam puncak Tarakan Mods Mayday 2026, sebuah ajang tahunan yang sukses mengubah stigma negatif klub motor menjadi sebuah gerakan kreatif dan berdampak ekonomi.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, event subkultur skuter ini terbukti mampu menyedot animo besar. Tidak kurang dari 500 hingga 600 pencinta otomotif, baik dari klub skuter, klub motor lain, hingga komunitas mobil di Tarakan, melebur menjadi satu dalam kemeriahan acara.
Ketua Umum Scooter Tarakan Club (STC), Utomo, saat ditemui di lokasi acara menyatakan bahwa esensi utama dari perayaan Mods Mayday ini adalah sebagai wadah pembuktian kreativitas para pemuda di Kalimantan Utara.
“Kegiatan ini tujuannya positif, Mas, untuk merangsang kreativitas teman-teman sekuteris, terutama klub-klub motor yang ada di Tarakan maupun klub-klub mobil. Jadi, biar teman-teman punya kreasi meningkatkan kemampuannya,” ujar Utomo dengan penuh semangat.
Tak sekadar ajang kumpul-kumpul, Utomo menekankan bahwa agenda ini membawa misi penting dalam mendukung program pemerintah dan kepolisian. Di sektor tertib berkendara, komunitas skuter berkomitmen menjadi pelopor keselamatan jalan raya. Sementara di sektor riil, perputaran uang sepanjang acara sengaja diarahkan untuk menghidupkan pelaku usaha kecil.
“Kita juga memberikan kontribusi ke kepolisian dengan tertib berlalulintas. Kemudian ke Pemkot kita juga memberi dampak nilai ekonomi. Kita juga menggandeng UMKM dan menghidupkan sendi-sendi ekonomi. Meskipun kita paling lima ratusan, enam ratusan orang, tapi kan kita membuat dampak ekonomi,” tambahnya.
Rangkaian acara sendiri sudah bergulir sejak Sabtu pagi pukul 07.00 WITA. Dimulai dari kawasan dekat Islamic Center, ratusan peserta melakukan riding atau konvoi keliling kota dengan gaya khas Mods—berkendara Vespa mengenakan setelan pakaian rapi dan estetik yang modis.
Agenda riding pagi tersebut juga mendapat atensi dan dukungan langsung dari jajaran Forkopimda. Kapolres Tarakan, perwakilan Pemerintah Kota Tarakan, jajaran TNI, hingga pengurus Kormi hadir melepas para pengendara di garis start.
Melalui kesuksesan gelaran tahun kedua ini, Utomo menyelipkan pesan mendalam bagi generasi muda di Tarakan. Ia ingin menunjukkan bahwa hobi otomotif bisa berjalan beriringan dengan kontribusi positif bagi daerah.
“Kita ingin menunjukkan bahwa teman-teman sekuteris terutama khususnya, dan teman-teman motor club lainnya itu, kita juga bisa berkegiatan yang positif untuk membangun, tertib lalulintas, maupun membangun sendi-sendi perekonomian di Kota Tarakan. Menghidupkan event-event yang bisa membawa nuansa keceriaan dan hiburan untuk teman-teman dan masyarakat Tarakan,” pungkas Utomo menutup perbincangan.






