May 17, 2026
Kaltara Nasional

Niat Cari Kerja Sampingan Berujung Petaka, Mahasiswi Asal Kaltara Disekap Tiga Hari di Makassar

  • Mei 15, 2026
  • 2 min read
Niat Cari Kerja Sampingan Berujung Petaka, Mahasiswi Asal Kaltara Disekap Tiga Hari di Makassar

Kalimantan Raya, Nasional – Niat mulia seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara) berinisial MR (20) untuk meringankan beban ekonomi orang tuanya berakhir menjadi kisah pilu. Mahasiswi penerima beasiswa di Universitas Patria Arta tersebut menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan selama tiga hari di sebuah rumah sewa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasus yang menimpa anak daerah Kaltara ini mencuat ke publik setelah rekaman video amatir penyelamatan korban beredar luas di media sosial pada Rabu (13/5/2026).

Peristiwa kelam ini bermula saat MR berusaha mencari pekerjaan sampingan guna menutupi kebutuhan hidup sehari-hari selama menempuh masa kuliah di Makassar. Korban kemudian tertarik dengan sebuah unggahan lowongan kerja sebagai pengasuh bayi (baby sitter) di media sosial Facebook yang dipasang oleh terduga pelaku berinisial DR (29).

Terpikat oleh tawaran tersebut, korban kemudian mendatangi lokasi yang diminta pelaku. Namun, sesampainya di rumah sewa yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), MR justru langsung disekap dengan tangan terikat. Di bawah ancaman dan ruang gerak yang terkunci, korban dirudapaksa berulang kali selama tiga hari berturut-turut.

Pelarian korban dari sekapan tersebut terjadi secara tidak sengaja ketika pemilik rumah sewa mendatangi lokasi untuk menagih uang sewa yang telah jatuh tempo. Saat itu, pelaku DR diketahui sudah melarikan diri dan mengunci rumah dari luar, meninggalkan korban sendirian di dalam kamar dalam kondisi trauma berat.

Penderitaan yang dialami warga Kaltara ini memantik reaksi keras dari Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang. Di sela-sela agenda kunjungan kerjanya di Makassar, Zainal menyempatkan diri menemui langsung MR untuk memberikan dukungan moril, pendampingan psikologis, serta bantuan hukum.

Gubernur mengutuk keras tindakan keji pelaku dan mendesak jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan serta Polrestabes Makassar untuk segera meringkus pelaku yang saat ini statusnya masih buron.

“Saya sudah bertemu Bapak Kapolda, beliau sangat respek dan serius menangani kasus ini. Saya meminta pihak kepolisian segera mengungkap siapa dan menangkap pelakunya,” tegas Zainal Paliwang usai menjenguk korban di Makassar, Jumat (15/5/2026).

Zainal memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara tidak akan tinggal diam dan bakal mengawal proses hukum ini hingga tuntas demi keadilan bagi korban dan keluarganya.

Disadur dari sulsel.inews.id