September 3, 2026
Kaltara Tarakan

Nonton Turnamen Voli Piala Kabandara Cup 2026 Berujung Motor Hilang, Korban Kecewa Panitia Lepas Tangan

  • September 3, 2026
  • 2 min read
Nonton Turnamen Voli Piala Kabandara Cup 2026 Berujung Motor Hilang, Korban Kecewa Panitia Lepas Tangan

Kaltara Raya, Tarakan – Kasus hilangnya sepeda motor milik pengunjung turnamen bola voli di area parkir bandara berbuntut panjang. AI (23), korban pencurian sepeda motor pada Senin malam (31/8/2026), mengungkapkan kekecewaan mendalam atas minimnya kepedulian dan tanggung jawab dari panitia pelaksana kegiatan.

AI membeberkan bahwa panitia yang merupakan pihak koperasi bandara terkesan lepas tangan dan enggan memberikan pendampingan sejak awal insiden terjadi.

“Ini yang jadi konflik, panitia harusnya malam itu ikut mendampingi saya melapor ke Polres sebagai bentuk tanggung jawab penanggung jawab acara. Tapi mereka tidak ada di situ, saya cuma sama keluarga sendiri. Bahkan tidak ada kontribusi sama sekali sampai saat ini,” tutur AI saat memberikan keterangan pada Kamis sore (3/9/2026).

Insiden itu bermula ketika AI mendatangi event pertandingan bola voli di area bandara pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Korban mengaku lupa mengambil kunci sepeda motor yang tertinggal di dashboard. Saat hendak pulang sekitar pukul 23.00 WITA, motor yang diparkir usai membayar karcis seharga Rp5.000 itu telah raib. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Tarakan pada Selasa dini hari (1/9/2026) pukul 01.00 WITA.

Pihak korban sempat mendatangi pengelola dan panitia untuk meminta kejelasan serta mengecek rekaman CCTV di pos depan bandara. Namun, rekaman tersebut nihil petunjuk akibat pencahayaan di lokasi yang sangat minim dan gelap.

Upaya pihak korban untuk menggelar pertemuan resmi secara kekeluargaan guna mencari solusi bersama panitia juga menemui jalan buntu. Panitia justru menolak bermediasi secara baik-baik dan berdalih harus melibatkan pihak kepolisian, yang dinilai korban makin membelit proses penyelesaian.

“Saya tahu ini ada kelalaian saya karena kunci tertinggal di dashboard. Tapi bukan berarti panitia bisa lepas tangan begitu saja, apalagi saya bayar karcis parkir. Ketika keluarga minta pertemuan resmi secara baik-baik, panitia menolak dan mau kalau melibatkan polisi,” cecarnya.

Geram dengan sikap abai pengelola dan panitia penyelenggara, pihak korban kini mematangkan rencana untuk melayangkan laporan resmi tambahan ke kepolisian terkait dugaan kelalaian dan ketiadaan tanggung jawab panitia.

Korban pun menyentil keras sistem pengawasan keamanan di kawasan bandara yang dinilai sangat lemah. Jalur keluar parkir yang seharusnya diarah melewati portal utama bandara kerap lolos dari penjagaan, sehingga kendaraan bisa keluar dengan mudah tanpa pengawasan ketat.

“Harapannya pihak bandara dan panitia lebih bertanggung jawab. Bandara itu kan sistem keamanannya harusnya tinggi dan kuat. Kalau saja fungsi pengawasan di portal dijalankan dengan benar, potensi melacak keberadaan pelaku bisa lebih cepat,” tegasnya.

Leave a Reply