Kalimantan Raya, Tarakan – Gelombang empati dan aksi kemanusiaan meletup di Kota Tarakan. Menanggapi musibah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang meluluhlantakkan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), aliansi mahasiswa se-Kota Tarakan menggelar aksi galang dana dan open donasi serentak pada Selasa (18/8/2026).
Aksi solidaritas bertajuk Kepedulian Kita, Harapan Mereka ini mengikutsertakan gabungan elemen organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung Plus seperti PMII, HMI, LMND, GMKI, serta BEM dan organisasi mahasiswa dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), STMIK PPKIA, Poltek Bisnis Kaltara, hingga rumpun organisasi daerah (organda).
Ketua PC PMII Kota Tarakan Periode 2025–2026, Royan, menegaskan bahwa penyiapan aksi turun ke jalan ini merupakan respons spontan atas besarnya dampak korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang menimpa warga NTT.
“Turunnya kami hari ini dari aliansi mahasiswa, OKP Cipayung, hingga BEM se-Kota Tarakan adalah bentuk solidaritas dan aksi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Gempa 7,7 skala richter di sana mengakibatkan 68 korban jiwa serta lebih dari 213 luka-luka. Kita di sini bergerak untuk meringankan beban keluarga kita di NTT,” tegas Royan saat ditemui di sela-sela aksi, Selasa (18/8/2026).
Secara terpisah, Ketua HMI Cabang Tarakan, Fadhil Qobus, menjelaskan bahwa pengerahan massa mahasiswa se-Kota Tarakan ini tidak hanya menyasar pengumpulan dana tunai di persimpangan jalan, tetapi juga pembukaan posko bantuan barang dan logistik darurat.
“Guncangan gempa di Flores menyisakan duka mendalam. Rumah-rumah hancur, fasilitas umum rusak, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal serta kesulitan mengakses kebutuhan dasar. Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Tarakan bersatu mengulurkan tangan,” ujar Fadhil.
Guna menampung kepedulian warga perbatasan, aliansi mahasiswa telah mendirikan Posko Penyaluran Bantuan Fisik yang berlokasi di Simpang 4 GTM (samping Pos Polisi). Adapun kebutuhan mendesak yang diprioritaskan meliputi makanan siap saji, obat-obatan/P3K, selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan wanita, hingga terpal dan tenda darurat.
“Tidak ada bantuan yang terlalu kecil. Setiap kebaikan sangat berarti untuk saudara-saudara kita di Flores,” pungkas Fadhil.





