Kalimantan Raya, Tarakan – Menegaskan peran mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat di beranda depan NKRI, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (BEM UBT) resmi akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) BEM Se-Kalimantan Wilayah Kalimantan Utara pada Sabtu (11/4/2026) lusa.
Pertemuan akbar yang mempertemukan seluruh Presiden Mahasiswa dan Ketua BEM perguruan tinggi se-Kaltara ini akan dipusatkan di Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Firmansyah, menjelaskan bahwa Muswil kali ini mengusung tema “Menjadikan Musyawarah Wilayah sebagai Basis Konsolidasi dan Sinergitas dalam Menentukan Haluan Gerakan BEM Sekaltara”. Menurutnya, forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi organisasi, melainkan momentum krusial bagi mahasiswa untuk mempertajam peran sebagai counter-power kebijakan publik di Kalimantan Utara.
“Mahasiswa Kaltara memiliki tanggung jawab moral yang besar, terutama sebagai garda terdepan di wilayah perbatasan. Muswil ini adalah ruang dialektika untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan solusi atas berbagai problematika daerah, mulai dari isu kedaulatan ekonomi hingga ketimpangan infrastruktur,” ujar Firmansyah saat dikonfirmasi Kamis malam (9/4/2026).
Lebih lanjut, Firmansyah menekankan pentingnya mahasiswa untuk tetap adaptif terhadap tantangan global seperti digitalisasi dan transisi energi hijau. Salah satu agenda krusial yang akan dibahas adalah pengawalan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bumi Benuanta, seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).
Mahasiswa berkomitmen untuk memastikan pembangunan masif tersebut tetap berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Selain itu, kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah pedalaman perbatasan tetap menjadi catatan merah yang akan diadvokasi secara kolektif.
Selain sebagai wadah adu gagasan, Muswil ini memiliki lima agenda strategis yang menjadi target utama:
-
Konsolidasi Internal, mempererat hubungan antar-BEM se-Kaltara.
-
Evaluasi Gerak, meninjau efektivitas pengawalan isu pada periode sebelumnya.
-
Rekonsiliasi Strategis, merumuskan rekomendasi kebijakan untuk Pemerintah Daerah dan Pusat.
-
Suksesi Kepemimpinan, memilih Koordinator Wilayah (Korwil) baru untuk periode mendatang.
-
Pengikisan Ego Sektoral, menyatukan visi gerakan tanpa terhambat batas almamater.
“Kami berharap forum ini melahirkan pemimpin visioner yang mampu membawa perubahan signifikan. Keberhasilan Muswil ini adalah keberhasilan kolektif mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Firmansyah.
Melalui penyelenggaraan Muswil ini, BEM se-Kaltara diharapkan mampu menciptakan posisi tawar yang kuat dalam menghadapi kebijakan yang berpotensi merugikan hajat hidup orang banyak di Kalimantan Utara.





