July 8, 2026
DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Minta Penanganan Korban Longsor Tak Hanya Fokus pada Kerusakan Fisik

  • Juli 8, 2026
  • 2 min read
DPRD Kaltara Minta Penanganan Korban Longsor Tak Hanya Fokus pada Kerusakan Fisik

KALTARA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Komisi IV, Vamelia, mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi dalam beberapa waktu terakhir.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Vamelia meninjau langsung lokasi longsor di kawasan Kebun Sayur, Desa Tidung Pala, Kecamatan Sesayap, yang menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga beberapa hari lalu.

Menurutnya, perubahan cuaca yang terjadi secara ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor di wilayah yang selama ini telah masuk dalam kategori rawan.

“Harapan saya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk lebih waspada, karena cuaca sekarang tidak menentu dan potensi bencana bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Vamelia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kawasan yang terdampak memang telah dipetakan sebagai daerah yang memiliki risiko longsor cukup tinggi. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko apabila bencana kembali terjadi.

Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Tidung Pala. Beruntung, saat kejadian berlangsung penghuni rumah tidak berada di lokasi karena sedang mendampingi anak mengikuti kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Tanjung Selor sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Vamelia turut mengapresiasi gerak cepat BPBD bersama unsur terkait yang langsung melakukan penanganan di lapangan, mulai dari membersihkan material longsor hingga menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga terdampak. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi bersama TP PKK dan masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Selain pemulihan fisik, ia menilai kondisi psikologis korban juga tidak boleh diabaikan. Pendampingan kepada keluarga terdampak diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.

“Secara psikologis tentu berat bagi keluarga terdampak. Karena itu selain bantuan fisik, pendampingan juga penting,” tutupnya.

Leave a Reply