June 30, 2026
DPRD Kaltara Ekonomi Kesehatan

Bukan Sekadar Emosi! DPRD Kaltara Ungkap Penyebab Utama Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • Juni 30, 2026
  • 2 min read
Bukan Sekadar Emosi! DPRD Kaltara Ungkap Penyebab Utama Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

KALTARA RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Tamara Moriska, menilai persoalan ekonomi masih menjadi salah satu faktor dominan yang memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga.

Menurut Tamara, ketimpangan ekonomi dan sulitnya memperoleh pekerjaan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang hingga berdampak pada munculnya tindakan kekerasan di dalam rumah tangga.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena yang harus segera ditangani. Namun, saya meyakini situasi ekonomi memiliki peran besar, karena kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menjadi salah satu dampak dari kondisi ekonomi yang sulit,” ujarnya, pekan ini.

Ia mengatakan tekanan ekonomi sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk menyikapi persoalan secara bijak. Akibatnya, masalah-masalah yang sebenarnya sepele dapat berkembang menjadi konflik yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Ketimpangan ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan membuat sebagian orang berpikir pendek dan melakukan hal-hal yang tidak semestinya di dalam keluarga,” katanya.

Selain faktor ekonomi, Tamara juga menyoroti kondisi kesehatan, khususnya kesehatan mental, yang dinilai turut memengaruhi pola pikir seseorang dalam menghadapi persoalan sehari-hari.

“Faktor kesehatan juga mempengaruhi cara berpikir seseorang. Banyak hal yang sebenarnya sederhana tidak bisa disikapi secara bijak oleh orang tua. Persoalan ekonomi, terutama masalah keuangan, membuat kondisi psikologis menjadi sensitif sehingga amarah kerap dilampiaskan dalam bentuk kekerasan kepada anak,” tuturnya.

Tamara turut menyinggung maraknya praktik judi online yang dinilai telah memberikan dampak serius terhadap ketahanan keluarga. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait persoalan tersebut

“Fenomena judi online sangat merusak keluarga. Banyak orang yang meminjam uang kepada saya secara pribadi, dan ada juga ibu-ibu yang melapor mengalami persoalan rumah tangga karena suaminya terjerat judi online,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan ekonomi keluarga, peningkatan akses lapangan pekerjaan, serta edukasi terkait kesehatan mental dan pengasuhan yang baik.

Leave a Reply