July 27, 2026
Kaltara Tarakan

Kena Prank! Kasus Begal Gunung Selatan Ternyata Laporan Palsu, Ormas Tarakan Desak Pelaku Dipenjara

  • Juli 27, 2026
  • 2 min read
Kena Prank! Kasus Begal Gunung Selatan Ternyata Laporan Palsu, Ormas Tarakan Desak Pelaku Dipenjara

Kalimantan Raya, Tarakan – Isu pembegalan disertai penikaman terhadap seorang mahasiswa di kawasan Gunung Selatan yang sempat membikin warga Kota Tarakan panik massal dipastikan kabar bohong atau hoaks. Setelah sempat memicu respon cepat aksi patroli gabungan belasan organisasi masyarakat (ormas) adat bersama kepolisian, terduga korban akhirnya mengaku telah memberikan laporan palsu.

Terbongkarnya skenario bohong ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian. Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas IPTU Rusli membeberkan bahwa pelapor telah mengakui perbuatannya.

“Pengakuannya memang memberikan informasi palsu. Namun, kami masih terus mendalami apa motif mendasar di balik penyampaian laporan bohong ini. Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan,” tegas IPTU Rusli, Minggu (26/7/2026) sebagaimana dikutip dari Instagram/tarakanterciduk.

Sebelumnya, kabar pembegalan yang menghebohkan pada Rabu malam (22/7/2026) di jalur rawan Kampung Satu Skip tersebut sempat memantik empati dan aksi spontan dari belasan ormas adat di Tarakan. Pada Kamis malam (23/7/2026), belasan elemen seperti LBB, LPADKT, Tameng Adat Borneo, Pusaka, Gepak, hingga Pasukan Merah Nusantara bahkan turun ke jalan bersama Tim Patroli Polres Tarakan untuk memperkuat pengamanan dan membagikan imbauan keselamatan bagi pengendara malam.

Terungkapnya rekayasa kasus ini merubah simpati menjadi kemarahan warga dan elemen masyarakat. Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai telah menguras energi aparat, memicu keresahan luas, serta merusak kondusivitas kota.

Ricky mendesak penyidik Polres Tarakan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku tanpa cukup hanya dengan meterai atau permohonan maaf.

“Kami meminta dengan sangat kepada aparat penegak hukum agar pelaku tidak hanya dituntut minta maaf, tapi diberikan sanksi tegas dan efek jera. Ini sudah sangat membuat masyarakat Tarakan resah dan ketakutan,” tegas Ricky, Senin (27/7/2026) sebagaimana dikutip dari Metrokaltara.com.

Meski dipastikan tidak ada ancaman begal di Gunung Selatan, Ricky dan elemen masyarakat tetap mengingatkan warga Kota Tarakan untuk tidak lengah saat berkendara di jalanan sepi pada malam hari. Warga diimbau untuk saling menjaga keselamatan dan memanfaatkan layanan Call Center 110 milik Polres Tarakan jika menemui potensi ancaman kriminalitas di jalan.

Leave a Reply