Kalimantan Raya, Tarakan – Penanganan kasus dugaan penyebaran data pribadi (doxing) mahasiswa (MI) yang menyeret nama Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan dinilai makin lamban. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan secara tegas mendesak penyidik Satreskrim Polres Tarakan untuk segera menetapkan status tersangka atas laporan pidana yang diajukan sejak akhir Mei lalu.
Desakan keras tersebut disuarakan oleh Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Tarakan, Dicky Nur Alam, pada Sabtu (8/8/2026). Dicky menilai penanganan perkara di tingkat kepolisian terkesan berjalan di tempat, padahal bukti-bukti digital dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sudah diserahkan secara lengkap.
“Kami mendesak Polres Tarakan untuk tidak mengulur-ulur waktu dan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan doxing ini. Bukti-bukti pelanggaran UU PDP dan UU ITE sudah jelas diserahkan sejak awal pelaporan,” tegas Dicky Nur Alam saat memberikan keterangan, Sabtu (8/8/2026).
Dicky menambahkan, lambatnya kepastian hukum dari kepolisian tidak hanya merugikan korban secara psikologis, tetapi juga memberi ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan upaya kriminalisasi balik terhadap gerakan mahasiswa. Apalagi, kasus ini menjadi salah satu pemicu utama meletupnya aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Tarakan pada 31 Juli 2026 lalu, saat massa menuntut penonaktifan Dirut PDAM dan Lurah Kampung 6.
Pihaknya mengingatkan bahwa pelaporan pidana ini adalah wujud pengawalan terhadap iklim demokrasi dan hak perlindungan data pribadi di Kota Tarakan agar tidak ada lagi pejabat publik yang sewenang-wenang menyebarkan data pribadi masyarakat ke media sosial.
“Kami minta Polres Tarakan bekerja secara profesional dan independen tanpa terpengaruh oleh intervensi jabatan. Jika dalam waktu dekat belum ada perkembangan berarti, kami di HMI akan kembali melakukan konsolidasi untuk mengambil langkah hukum maupun aksi pengawalan yang lebih masif,” pungkas Dicky.





