May 26, 2026
Kaltara Tarakan

Amukan Si Jago Merah Ratakan 11 Rumah di Sekatak Buji, Warga Mengeluh Tak Ada Armada Pemadam Kebakaran

  • Mei 23, 2026
  • 2 min read
Amukan Si Jago Merah Ratakan 11 Rumah di Sekatak Buji, Warga Mengeluh Tak Ada Armada Pemadam Kebakaran

Kalimantan Raya, Bulungan – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 01 Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, pada Sabtu siang (23/5/2026). Amukan si jago merah yang berlangsung selama berjam-jam tersebut dilaporkan meluluhlantakkan sedikitnya 11 unit rumah warga, termasuk kediaman milik salah seorang Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, Daeng, petaka api mulai terlihat membubung tinggi dari sebuah bangunan rumah sewaan sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, simpang siur mengenai pemicu awal kebakaran masih menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.

“Penyebab kebakaran belum jelas, banyak kabar-kabar turun kan. Ada yang bilang anak-anak main api, ada yang bilang korsleting. Cuman kalau asal apinya itu dari rumah kosan,” ujar Daeng saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Sabtu siang (23/5/2026).

Embusan angin dan material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api dengan cepat merembet dari satu rumah ke rumah lainnya. Jerit histeris warga yang berusaha menyelamatkan barang berharga mewarnai kepanikan di lapangan. Nahas, di antara belasan bangunan yang ludes terbakar, rumah milik legislator Kaltara ikut menjadi korban keganasan api.

“Kira-kira sudah ada 13 rumah yang terkena, ludes terbakar. Terakhir, rumahnya anggota Dewan Provinsi atas nama Alimudin Anwar,” tambah Daeng.

Ironisnya, saat api terus meluas menjalar ke pemukiman, warga hanya bisa pasrah melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Ketiadaan pos dan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Kecamatan Sekatak menjadi sorotan tajam sekaligus keluhan mendalam bagi masyarakat setempat yang merasa daerah mereka terisolasi dari penanganan bencana.

“Karena enggak bisa padam, enggak ada pemadam. Itulah juga menjadi keluhan kami masyarakat Sekatak Buji nih. Kalau ada api, ya kita saksikan aja, dia terbakar enggak bisa ngapa-ngapain. Baru padam sekitar jam 2 siang lah, itu api sudah kecil, tapi belum padam total,” keluh Daeng dengan nada kecewa.

Meski menghanguskan belasan rumah, pihak warga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain bangunan rumah yang rata dengan tanah, harta benda termasuk satu unit mobil jenis sedan yang terparkir di dekat pusat api juga dilaporkan ikut hangus terbakar.

Hingga berita ini diturunkan, warga setempat masih terus melakukan pembasahan mandiri guna memastikan titik-titik api kecil di sisa puing bangunan benar-benar padam sepenuhnya.