May 20, 2026
Kaltara Nunukan Pendidikan

Cari Kebenaran Kasus Ibu Halimah, Tim Gabungan Disdik Nunukan Segera Geruduk SDN 001 Sebatik Tengah

  • Februari 7, 2026
  • 2 min read
Cari Kebenaran Kasus Ibu Halimah, Tim Gabungan Disdik Nunukan Segera Geruduk SDN 001 Sebatik Tengah

Kalimantan Raya, Nunukan – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nunukan memastikan akan mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas dugaan perundungan dan intimidasi yang menimpa Ibu Halimah, guru SDN 001 Sebatik Tengah yang kini tengah terbaring sakit. Tim gabungan dari berbagai instansi dijadwalkan akan turun langsung ke sekolah tersebut pada Senin (9/2/2026) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mencari titik terang persoalan ini. Selain Disdik, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat Nunukan juga dikerahkan dalam upaya investigasi ini.

“Hari Senin nanti dari Disdik, BKPSDM, dan Inspektorat akan turun ke lapangan, ke sekolah itu untuk melakukan klarifikasi. Intinya kami tetap cari permasalahannya apa dan penyebabnya apa,” ujar Akhmad saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/2/2026).

Akhmad mengungkapkan bahwa pada Jumat (7/2), tim pengawas sebenarnya telah memulai pengumpulan informasi awal di lapangan. Namun, proses tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena tim belum berhasil menemui Kepala SDN 001 Sebatik Tengah, Sensusinah, yang merupakan pihak terlapor dalam kasus ini.

Pihak dinas menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum bisa mengambil keputusan atau sanksi apa pun karena harus mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak secara berimbang guna menjaga objektivitas.

“Kami belum bisa men-judge langsung. Nanti setelah bertemu keduanya, barulah kita rangkum informasi yang jelas dari kedua pihak. Kami ingin mencari penyelesaian yang baik dan bijak agar masalah ini tuntas,” tambahnya.

Kasus ini menyedot perhatian publik setelah viralnya kisah Ibu Halimah yang diduga dikucilkan di lingkungan sekolahnya. Selain dilarang masuk ke ruang guru, Ibu Halimah dikabarkan mengalami tekanan mental yang hebat setelah dana sertifikasinya selama satu tahun diduga sengaja tidak dicairkan oleh pihak sekolah melalui penangguhan tanda tangan administrasi.

Akibat rentetan kejadian tersebut, Ibu Halimah mengalami syok berat dan gangguan jantung hingga harus dirujuk ke RSUD dr. H. Jusuf SK di Kota Tarakan. Meski laporan ke pihak kepolisian sempat terkendala karena tidak adanya kontak fisik langsung, keluarga korban berharap ada keadilan melalui jalur administratif kedinasan.

Sementara itu, hingga artikel ini diterbitkan, Kepala SDN 001 Sebatik Tengah, Sensusinah, masih belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya.