September 27, 2026
Advetorial Kaltara Tarakan

Karhutla Muncul di Sejumlah Titik Mamburungan, Warga Diimbau Hentikan Bakar Lahan

  • Agustus 18, 2026
  • 2 min read
Karhutla Muncul di Sejumlah Titik Mamburungan, Warga Diimbau Hentikan Bakar Lahan

Kaltara Raya, Advetorial – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah titik di wilayah Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang.

Salah satu kebakaran terjadi di RT 21 pada Selasa (18/8/2026) malam. Api mulai diketahui warga sekitar pukul 20.00 WITA dan berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.00 WITA setelah dilakukan penanganan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL).

Lurah Mamburungan, Lasinah, mengatakan sebelum kebakaran terjadi, warga tidak melihat adanya api hingga setelah magrib. Api kemudian muncul sekitar pukul 20.00 WITA.

“Memang malam kejadiannya. Tidak ada hujan, kemudian angin juga lumayan. Untuk pemicunya kami tidak berani berspekulasi karena tidak melihat langsung,” ujar Lasinah.

Menurutnya, penyebab kebakaran di RT 21 belum dapat dipastikan. Pihak kelurahan memilih tidak berspekulasi mengenai sumber api karena tidak melihat langsung awal kejadian.

Selain di RT 21, kebakaran juga sempat terjadi di belakang puskesmas. Di lokasi tersebut, petugas mendapat informasi adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Api di kawasan itu bahkan sempat mengarah ke area yang terdapat material batu bara. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan sehingga api tidak meluas.

Pihak kelurahan juga menemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di sekitar pintu gerbang Koderal saat menuju RT 16. Warga yang melakukan pembakaran telah diberikan teguran agar api tidak meluas.

Rangkaian kejadian tersebut membuat Kelurahan Mamburungan kembali memperketat imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Imbauan disampaikan melalui grup komunikasi warga, perangkat RT, hingga penyebaran flyer. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran serupa, khususnya saat kondisi cuaca panas dan minim hujan.

Tak hanya mengantisipasi kebakaran, kelurahan juga membagikan masker kepada masyarakat setelah kualitas udara terdampak asap kebakaran.

Masker diperoleh melalui FEF dan kemudian dibagikan kepada masyarakat, termasuk pengendara di jalan serta penerima bantuan pangan.

“Karena ISPU kemarin tinggi, seratus sekian, kami berinisiatif membagikan masker kepada masyarakat,” pungkas Lasinah.

Kelurahan Mamburungan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.