May 30, 2026
Kota

Panen Ayam Perdana, Hasilkan 1.280 Ekor

  • Oktober 24, 2020
  • 2 min read
Panen Ayam Perdana, Hasilkan 1.280 Ekor

TARAKAN – Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri untuk pertama kalinya melakukan panen ayam potong di Kawasan Usaha Peternakan (Kunak) Jalan Hake Babu, Rabu (21/10).
Panen ayam disaksikan langsung Wali Kota Tarakan Dokter Khairul. Adapun total yang dipanen selama 38 hari sebanyak 1.280 ekor ayam. Untuk satu ekor ayam bisa mencapai bobot berat hingga 3 kilogra. Direktur Utama (Dirut) Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri, Ruslan mengatakan, rencananya hasil panen tahun ini akan dijual secara bebas bagi warga Kota Tarakan yang membutuhkan konsumsi daging ayam.
“Siapa saja yang mau beli dalam jumlah sedikit atau banyak dipersilakan datang ke Kunak,” jelas Ruslan usai kegiatan panen perdana.
Adapun untuk proses penjualannya, tidak menghitung besaran per kilogram ayam potong melainkan per ekor. Harganya ditetapkan Rp 50 ribu untuk satu ekor. “Jadi berapapun beratnya, ditetapkan satu ekor itu dijual Rp 50 ribu,” sebut Ruslan.
Wali Kota Tarakan Dokter Khairul juga turut hadir melihat langsung panen ayam perdana yang dilaksanakan Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri. Dokter Khairul mengatakan, perlahan-lahan seluruh perumda yang telah dibentuk mulai melaksanakan program kerjanya. Kehadiran perumda diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Dengan kegiatan panen perdana yang dilaksanakan Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Dokter Khairul. Selain itu lanjutnya, dengan adanya panen perdana, masyarakat bisa langsung membeli ke lokasi. Hal ini berdampak bisa menekan laju inflasi di Kota Tarakan. Pihaknya juga menindaklanjuti persoalan harga ayam di Tarakan yang dinilai tak menentu. Sebagai antisipasi kelangkaan dan kelebihan stok ayam di kota tarakan, dalam hal pemerintah akan merangkul seluruh pedagang sehingga suplai ayam tetap stabil dan memenuhi kebutuhan konsumsi warga Kota Tarakan. “Jangan sampai kurang dan jangan sampai pula berlebihan. Perumda melakukan pertemuan dengan pedagang ayam di Kota Tarakan,” jelasnya.
Ia melanjutkan dengan panen perdana ini, setidaknya Perumda Tarakan Agrobisnis Mandiri tidak mengecewakan Pemkot Tarakan dan masyarakat. Awal pendirian perumda diharapkan dalam rangka membantu masyarakat khusus petani, nelayan, peternakan dalam hal memudahakan masayrakat memenuhi bahan baku. “Selain menekan laju inflasi, juga bisa membantu peternak selama ini,” pungkasnya. (***)