July 14, 2026
Diskominfo Kaltara Kaltara Nasional Tarakan

Pelarungan Padaw Tuju Dulung, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Masyarakat Tidung

  • Juli 6, 2026
  • 2 min read
Pelarungan Padaw Tuju Dulung, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga Masyarakat Tidung

KALTARA RAYA – Puncak Festival Iraw Tengkayu XV kembali menghadirkan prosesi adat Pelarungan Padaw Tuju Dulung, tradisi masyarakat Tidung yang menjadi simbol rasa syukur atas rezeki laut sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur. Prosesi sakral tersebut berlangsung di Pantai Amal Lama, Tarakan, dan disaksikan ribuan masyarakat yang memadati kawasan pesisir.

Mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Sanusi, menghadiri langsung rangkaian prosesi yang menjadi bagian penting dari Festival Iraw Tengkayu XV.

Menurut Sanusi, tradisi Padaw Tuju Dulung memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual adat. Nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur menjadi pesan utama yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Tarakan bersama masyarakat Tidung yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Terlebih, Iraw Tengkayu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sanusi juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Menurutnya, pemanfaatan teknologi, media digital, dan kreativitas seni dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Iraw Tengkayu kepada masyarakat yang lebih luas tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Selain memperkuat identitas budaya, Festival Iraw Tengkayu dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, festival tersebut diyakini mampu menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Kalimantan Utara sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Prosesi pelarungan yang berlangsung khidmat itu menjadi penutup rangkaian festival, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga tradisi, memperkuat persatuan, dan meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.