TMMD Buka Akses Mamburungan-Pantai Amal, Warga Kini Tak Perlu Memutar
Kaltara Raya, Advetorial – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Mamburungan, Kota Tarakan, akan membuka akses jalan baru dari RT 23 Mamburungan hingga kawasan Gua Maria di Pantai Amal.
Jalur baru tersebut memiliki panjang lebih dari dua kilometer dan diharapkan memangkas keterbatasan akses warga di kawasan pesisir Mamburungan, khususnya RT 17 hingga RT 23. Selain memperlancar mobilitas, pembukaan jalan juga dinilai dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Lurah Mamburungan, Lasinah, mengatakan lokasi pembangunan telah disurvei bersama Kodim dan Pemerintah Kota Tarakan. Sebagian besar jalur berada di wilayah Mamburungan sebelum tersambung ke kawasan Pantai Amal.
“Rencananya menembus dari RT 23 sampai ke Gua Maria yang di Pantai Amal. Di sana memang ada jalan tanah, setelah aspal terputus nanti sambungannya sampai ke situ,” ujar Lasinah.
Menurutnya, akses tersebut belum tersambung karena sebagian kawasan masih berupa hutan dan rawa, serta terdapat aliran sungai yang menjadi salah satu kendala pembukaan jalan.
Dalam program TMMD, personel TNI akan berperan membuka akses jalan tersebut. Sementara peningkatan kualitas jalan setelah akses terbuka nantinya akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Lasinah mengatakan keberadaan jalan yang tersambung akan memudahkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil kebun keluar dari kawasan tersebut.
“Kalau jalannya bagus dan tersambung, otomatis bisa meningkatkan perekonomian warga. Selama ini warga yang berkebun juga kesulitan membawa hasil kebunnya keluar,” katanya.
Selain mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi, pembangunan jalan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan nilai tanah di kawasan sekitar. Selama ini, keterbatasan akses membuat sejumlah lahan belum berkembang secara optimal.
Dalam tahap persiapan, Kodim terlebih dahulu menentukan lokasi yang dinilai sesuai untuk pelaksanaan TMMD. Pemerintah kelurahan kemudian berkomunikasi dengan para ketua RT dan masyarakat terkait penggunaan lahan untuk pembangunan jalan.
Menurut Lasinah, warga telah menyatakan kesediaan menyediakan lahan tanpa ganti rugi untuk mendukung pembukaan akses tersebut.
Persiapan teknis juga sempat membahas titik awal pembangunan dan sistem drainase. Setelah dilakukan peninjauan bersama Dinas PU, warga menyetujui penyesuaian aliran air, termasuk pembangunan atau pengaturan gorong-gorong agar keberadaan drainase tidak mengganggu akses jalan.
Untuk pelaksanaan TMMD, informasi sementara menyebut pembukaan kegiatan dijadwalkan pada 10 Oktober 2026. Pengerjaan akan dilakukan personel TNI melalui program TMMD, sedangkan lama waktu pengerjaan belum disampaikan secara pasti.
“Informasinya pembukaannya tanggal 10 Oktober. Yang mengerjakan nanti tentara melalui TMMD,” beber Lasinah.





