May 27, 2026
Advetorial

Gubernur Zainal Soroti 8 Masalah Krusial di Perbatasan Kaltara, Ajak TNI Wujudkan ‘Beranda Depan’ yang Mandiri

  • November 5, 2025
  • 2 min read
Gubernur Zainal Soroti 8 Masalah Krusial di Perbatasan Kaltara, Ajak TNI Wujudkan ‘Beranda Depan’ yang Mandiri

Kalimantan Raya, Advetorial – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI untuk mengatasi delapan permasalahan krusial di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Komitmen ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Evaluasi Satuan Jajaran Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan, Selasa (4/11).

Gubernur Zainal menegaskan bahwa Kaltara memiliki posisi strategis sebagai Beranda Depan di Utara Indonesia. Oleh karena itu, membangun Kaltara berarti menjaga kedaulatan bangsa.

Dalam paparannya, Gubernur Zainal menguraikan delapan tantangan utama yang harus ditangani bersama agar masyarakat perbatasan dapat merasakan keadilan dan kemajuan:

  1. Ekonomi masyarakat yang masih bergantung pada aktivitas lintas batas dengan Malaysia.

  2. Akses air bersih yang terbatas.

  3. Fasilitas listrik yang belum merata.

  4. Akses jalan yang masih sulit.

  5. Layanan telekomunikasi yang minim.

  6. Kesenjangan pendidikan.

  7. Fasilitas kesehatan yang masih timpang.

  8. Adanya aktivitas ilegal lintas negara.

“Hal ini menjadi sangat penting, agar masyarakat perbatasan dapat merasakan keadilan dan kemajuan yang sama seperti daerah lain yang memiliki fasilitas umum yang lebih mumpuni,” ucap Gubernur Zainal.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemprov Kaltara fokus pada peningkatan konektivitas wilayah dan pengembangan SDM berkualitas, serta dorongan pada transformasi ekonomi hijau dan biru. Upaya ini dikuatkan dengan laporan yang menyebut bahwa setiap peningkatan 1 persen ketersediaan infrastruktur dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 44 persen.

“Upaya ini kami pandang sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan pertahanan negara,” ujarnya.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Zainal mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, untuk sama-sama menjaga stabilitas. Ia berkomitmen menjadikan perbatasan bukan lagi simbol keterbelakangan, tetapi cermin kemajuan dan kemandirian bangsa.