Kalimantan Raya, Tarakan — Tiga tahun setelah insiden penembakan yang menimpanya, Hasnah (warga RT 21 Perumahan PNS Blok C, Kelurahan Juata Permai) kembali terbaring lemah pasca menjalani operasi di RSUD dr Jusuf SK Tarakan pada Sabtu, (20/12/2025). Kondisi kesehatan Hasnah belum pulih total, sementara beban ekonomi keluarga memburuk karena ia dan suaminya, Alvin, telah kehilangan pekerjaan.
Hasnah mengungkapkan bahwa sejak peristiwa nahas pada 27 September 2022, dirinya masih harus keluar-masuk rumah sakit. Ia menderita luka tembak yang tembus dari bahu hingga ke paru-paru dan pinggang.
“Sejak kejadian tiga tahun yang lalu sampai hari ini, saya masih keluar masuk rumah sakit karena belum sembuh total akibat tembakan yang kami alami pada bahu tembus ke paru-paru dari bahu ke pinggang,” ujar Hasnah.
Kondisi tersebut membuat Hasnah tidak lagi mampu bekerja. Situasi ini diperparah setelah suaminya, Alvin, juga diberhentikan dari tempat kerjanya.
“Sejak kena tembak salah sasaran tiga tahun yang lalu oleh oknum Polisi A, kami hanya bisa terbaring di rumah dan tidak bisa lagi bekerja menafkahi anak-anak saya. Suami saya juga dikeluarkan dari tempat bekerja,” tambahnya.

Hasnah menyebut bahwa pada awal kejadian, oknum polisi berinisial A sempat memberikan kompensasi sebesar Rp20 juta. Namun, dana tersebut telah habis terpakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Keluarga korban merasa kecewa karena biaya pengobatan, yang seharusnya ditanggung penuh oleh oknum pelaku sesuai kesepakatan, kenyataannya masih dibayar menggunakan BPJS Mandiri milik Hasnah.
Alvin, suami korban, membenarkan adanya kesepakatan awal untuk menanggung seluruh biaya pengobatan hingga istrinya pulih seratus persen.
“Tapi kenyataannya sampai hari ini tidak ada lagi komunikasi,” tegas Alvin.
Alvin juga melayangkan protes keras terkait munculnya surat keterangan sembuh atas nama istrinya tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari pihak keluarga.
H. Dahlan, perwakilan keluarga korban, menyatakan keprihatinannya atas kondisi Hasnah. Ia menekankan kesulitan ekonomi yang dialami keluarga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Keluarga berharap oknum pelaku tetap menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab penuh.
“Mohon dengan besar hati untuk memberikan biaya hidup sampai pulih dan sembuh,” tegas H. Dahlan.
Disadur dari liranews.com





