April 23, 2026
Kaltara Tarakan

Ratapan Ratusan Pekerja PT Valdo Sumber Daya Mandiri yang Tak Kunjung Terima Kompensasi

  • Februari 21, 2026
  • 2 min read
Ratapan Ratusan Pekerja PT Valdo Sumber Daya Mandiri yang Tak Kunjung Terima Kompensasi

Kalimantan Raya, Tarakan – Di balik deru mesin pabrik kertas yang tak pernah tidur di Kota Tarakan, tersimpan keresahan mendalam yang dirasakan oleh Ilham dan ratusan rekan sejawatnya. Sudah dua bulan berlalu sejak kontrak kerja mereka berakhir, namun hak kompensasi yang dijanjikan perusahaan penyalur tenaga kerja tempat mereka bernaung, PT Valdo Sumber Daya Mandiri, tak kunjung cair.

Malam itu, Jumat (20/2/2026), Ilham mencoba mengurai tumpukan kekecewaannya. Pria yang mulai bekerja sejak November 2024 ini menuturkan bahwa sesuai hitam di atas putih dalam perjanjian kerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), ada hak kompensasi yang seharusnya ia terima setelah masa bakti berakhir.

“Janji mereka, sebulan setelah putus kontrak (Desember 2025), kompensasi akan dibayarkan. Kontraknya saya simpan, bahkan saya screenshot sebagai bukti. Tapi ini sudah Februari, sudah lewat dua bulan, hasilnya cuma janji-janji saja,” ungkap Ilham dengan nada getir.

Ilham tidak tinggal diam. Bersama beberapa rekannya, ia telah mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) di kawasan Kampung Enam pada 5 Februari lalu. Namun, bukan solusi konkret yang ia dapatkan, melainkan sebuah nomor telepon yang justru menambah daftar panjang kebuntuannya.

“Kami disuruh hubungi nomor Disnaker di Tanjung Selor (Provinsi). Tapi nomor itu susah sekali dihubungi. Di-WhatsApp tidak masuk, ditelepon pun tidak aktif. Katanya harus diundang dulu baru bisa kirim pesan, tapi kami undang tidak pernah masuk,” keluhnya.

Kebuntuan komunikasi ini seolah menjadi tembok besar bagi para pekerja yang hanya ingin menuntut apa yang menjadi hak mereka setelah memeras keringat di subkontraktor PT Phoenix Resources International tersebut. Masalah ini ternyata bukan hanya milik Ilham seorang. Ia menyebutkan ada sekitar 100 orang pekerja lainnya yang bernasib sama.

Hingga saat ini, Ilham dan kawan-kawan masih terus menagih pertanggungjawaban dari manajemen PT Valdo, Berbagai bukti percakapan dan salinan kontrak telah ia siapkan sebagai amunisi jika kasus ini harus berlanjut ke jalur yang lebih serius.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh tim redaksi kepada pihak manajemen PT Valdo Sumber Daya Mandiri. Namun, hingga Sabtu (21/2/2026) malam, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran kompensasi ratusan pekerjanya tersebut.

Bagi Ilham dan ratusan pekerja lainnya, uang kompensasi tersebut bukan cuma angka di atas kertas, melainkan penyambung hidup bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang semakin menantang. Kini, mereka hanya bisa berharap pada keadilan yang nyata, bukan sekadar janji yang tertunda.