Tunaikan Amanah Aspirasi, Anggota DPRD Kaltara Dino Andrian Sambangi dan Serap Kebutuhan Jemaah Masjid Al Muflihun
Kalimantan Raya, Advetorial – Komitmen untuk mengawal pembangunan di sektor keagamaan terus ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dino Andrian, disela-sela kesibukannya, legislator dari Komisi IV ini meluangkan waktu untuk turun langsung menemui jemaah dan pengurus Masjid Al Muflihun, Kota Tarakan.
Kehadiran Dino di rumah ibadah tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menjadi momentum penting untuk merealisasikan serta menunaikan amanah aspirasi masyarakat yang telah dititipkan kepadanya.
Suasana kekeluargaan begitu terasa saat Dino duduk bersama para jemaah usai ibadah. Ruang dialog tanpa sekat ini dimanfaatkan oleh pengurus masjid dan warga sekitar untuk mencurahkan berbagai kebutuhan mendasar, mulai dari kelayakan fasilitas penunjang ibadah hingga program pemakmuran masjid ke depan.
Dino Andrian mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena bisa kembali berada di tengah-tengah konstituen untuk mendengarkan denyut nadi kebutuhan umat secara langsung. Bagi politisi muda ini, memperjuangkan fasilitas rumah ibadah adalah bagian dari tanggung jawab moral yang harus dikawal hingga tuntas di tingkat provinsi.
“Senang bisa hadir, bersilaturahmi, dan mendengar langsung kebutuhan jamaah di sini. Semoga masjid ini makin makmur, jamaahnya makin banyak, dan keberkahannya mengalir untuk kita semua,” ujar Dino di sela-sela kegiatannya di Masjid Al Muflihun.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat serta kepercayaan besar yang terus diberikan masyarakat Tarakan kepada dirinya selama mengemban tugas di parlemen. Dino menegaskan bahwa seluruh masukan dari jemaah Masjid Al Muflihun telah dicatat dan akan segera diintervensi melalui skema kebijakan anggaran yang berpihak pada kemaslahatan umat.
“Terima kasih atas doa dan kepercayaannya. Kita terus berikhtiar mengabdi untuk Kalimantan Utara,” pungkas Dino dengan penuh optimisme.
Melalui gerak nyata dari rumah ke rumah ibadah ini, masyarakat berharap program bantuan dan fasilitas dari pemerintah provinsi bisa segera mengalir secara merata, sehingga masjid tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat syiar dan penggerak ekonomi jemaah di Bumi Paguntaka.





