Kaltara Bidik Produksi Minyak Goreng Mandiri di 2027, Gubernur Zainal Sambut Investasi PT Reksa Inti Teknologi
Kalimantan Raya, Advetorial – Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap memperkuat kemandirian industri pangannya. Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, secara resmi memberikan dukungan penuh kepada PT Reksa Inti Teknologi yang berencana membangun pabrik minyak goreng kelapa sawit di Bumi Benuanta.
Kepastian ini muncul usai pertemuan strategis di Kantor Gubernur Kaltara pada akhir Februari lalu. Gubernur Zainal menyatakan optimismenya terhadap rencana tersebut mengingat Kaltara memiliki modal bahan baku yang sangat melimpah dari puluhan pabrik sawit yang sudah eksis.
Gubernur Zainal menekankan bahwa kehadiran pabrik minyak goreng di daerah adalah langkah strategis untuk memberi nilai tambah pada hasil bumi lokal. Saat ini, Kaltara sudah memiliki basis produksi mentah yang kuat untuk menyokong operasional pabrik nantinya.
“Potensinya besar sekali. Kita punya bahan baku yang cukup dari 20 pabrik kelapa sawit yang sudah beroperasi di Kaltara,” ujar Gubernur Zainal.
Ia menargetkan proyek ini tidak sekadar menjadi wacana. Pemerintah Provinsi mendorong agar pembangunan fisik segera direalisasikan dengan target mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang. Jika proses perizinan dan pembangunan berjalan cepat, Kaltara diproyeksikan segera mampu memproduksi minyak goreng sendiri.
Meski menyambut baik, Gubernur Zainal memberikan catatan serius terkait aspek lahan. Ia mengingatkan investor untuk memastikan area yang akan digunakan memiliki legalitas yang jelas guna menghindari konflik di masa depan. Gubernur menyarankan agar lahan dibeli secara resmi agar statusnya clean and clear.
“Saya ingatkan agar sejak awal investor memastikan lahan yang digunakan tidak bermasalah. Kalau lahan sudah sah, saya pastikan akan berkoordinasi dengan BPN untuk mempercepat sertifikasinya,” tegasnya.
Tak hanya terpaku pada minyak goreng, Gubernur juga menantang pihak PT Reksa Inti Teknologi untuk mengembangkan industri turunan lainnya, seperti pabrik sabun dan produk sejenis. Ekspansi industri ini diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Gubernur berharap pihak perusahaan segera melengkapi dokumen perizinan melalui koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta pengurusan Amdal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Saya ingin pembangunan ini bergerak cepat. Ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Kaltara,” pungkasnya.





