May 17, 2026
Advetorial

Buka Jalan Generasi Dayak Kenyah Jadi Prajurit TNI, Wagub Ingkong Ala Temui Pangdam Mulawarman

  • Maret 17, 2026
  • 2 min read
Buka Jalan Generasi Dayak Kenyah Jadi Prajurit TNI, Wagub Ingkong Ala Temui Pangdam Mulawarman

Kalimantan Raya, Advetorial – Harapan besar bagi putra-putri pedalaman Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mengabdi sebagai prajurit TNI kini mendapat angin segar. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, melakukan audiensi khusus dengan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, guna membahas peluang karir militer bagi generasi muda Dayak Kenyah.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Markas Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Senin (16/3/2026) ini, juga dihadiri oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa. Selain mempererat silaturahmi, Wagub Ingkong yang juga menjabat Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltara (LADKKU) membawa aspirasi khusus mengenai masa depan pemuda perbatasan.

Dalam diskusi hangat tersebut, Ingkong mengungkapkan fakta bahwa minat pemuda Dayak Kenyah untuk masuk ke Akademi Militer (Akmil) sangatlah tinggi. Sayangnya, potensi besar ini sering kali terhambat oleh keterbatasan akses informasi dan kurangnya persiapan fisik maupun administratif di wilayah pelosok.

“Anak-anak muda kita di pedalaman punya semangat juang yang luar biasa untuk menjadi prajurit TNI. Namun, mereka sering terkendala kurangnya informasi soal proses seleksi dan minimnya pembinaan awal,” ujar Ingkong Ala.

Ia berharap Kodam VI/Mulawarman dapat memberikan atensi khusus dengan menggencarkan sosialisasi penerimaan prajurit hingga ke pelosok desa di Kaltara. Dengan pembinaan yang tepat sejak dini, Ingkong yakin putra daerah mampu bersaing secara sehat dan profesional.

Selain isu rekrutmen, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara tokoh adat dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Kaltara yang strategis. Ingkong menilai lembaga adat memiliki peran vital sebagai jembatan penyelesaian persoalan sosial sekaligus penjaga nilai kebangsaan.

“Kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara tokoh adat dan TNI. Kerja sama ini penting tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memperkuat rasa cinta tanah air masyarakat di garis depan negara,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi lahirnya lebih banyak “Putra Perbatasan” yang berdiri di garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat adat di Kalimantan Utara.