Wagub Kaltara Buka Konferda GKII ke-36, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan dan Pelayanan
KALTARA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) ke-36 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Kayan Hilir Tahun 2026 yang berlangsung di GKII Jemaat Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan.
Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Bertumbuh Bersama”, sekaligus menjadi ajang konsolidasi pelayanan dan penguatan kebersamaan di lingkungan GKII.
Kehadiran Wagub bersama Wakil Bupati Bulungan, Kilat, disambut hangat oleh masyarakat. Rombongan bahkan diantar menggunakan perahu menuju lokasi acara sebagai bentuk penghormatan sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ingkong Ala menyampaikan apresiasi kepada panitia, tokoh agama, dan seluruh jemaat yang telah mempersiapkan konferensi dengan baik. Ia berharap Konferda tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai kebersamaan, persatuan, dan semangat melayani harus terus dijaga dalam setiap proses pengambilan keputusan, termasuk pemilihan kepengurusan baru yang akan berlangsung dalam konferensi tersebut.
“Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin, mari kita dukung bersama demi kemajuan pelayanan gereja dan kepentingan jemaat,” ujarnya.
Ingkong juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga suasana konferensi tetap kondusif, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, serta menjadikan setiap keputusan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Selain agenda persidangan organisasi, Konferda GKII turut diramaikan dengan berbagai kegiatan kebersamaan, termasuk perlombaan dan pertandingan olahraga antar kontingen. Menurut Ingkong, rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat tali persaudaraan sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara warga gereja.
Ia berharap semangat yang lahir dari Konferda GKII ke-36 dapat menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan gereja, menjaga kerukunan, dan mendukung pembangunan sosial di Kalimantan Utara.





