March 25, 2026
Advetorial

Buka Musyawarah GPIB di Bunyu, Wagub Ingkong Ala Ajak Gereja Sinergi Cetak SDM Berakhlak

  • Maret 1, 2026
  • 2 min read
Buka Musyawarah GPIB di Bunyu, Wagub Ingkong Ala Ajak Gereja Sinergi Cetak SDM Berakhlak

Kalimantan Raya, Advetorial – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan karakter spiritual di Bumi Benuanta. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Tahunan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Musyawarah Pelayanan (Mupel) Kaltara Berkat di GPIB Effatha Bunyu, Kabupaten Bulungan, Jum’at (27/2/2026).

Acara yang diawali dengan ibadah khidmat tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kaltara untuk kembali merajut kolaborasi dengan tokoh-tokoh agama dalam membangun daerah.

Dalam arahannya, Ingkong Ala memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah GPIB yang selama ini dinilai konsisten mengawal perkembangan spiritualitas masyarakat. Menurutnya, gereja bukan sekadar tempat ibadah, melainkan institusi yang memiliki peran vital dalam membentuk moralitas warga Kaltara.

“GPIB sudah menjadi bagian penting dalam perkembangan spiritual masyarakat kita. Kehadirannya tidak hanya memperkaya kehidupan beragama, tetapi juga membangun pondasi karakter dan moral yang kuat,” ujar Wagub Ingkong.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltara menempatkan gereja sebagai mitra strategis, terutama dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia. Ingkong meyakini bahwa kemajuan sebuah daerah akan terasa pincang jika hanya mengejar kemegahan gedung tanpa dibarengi dengan kualitas rohani manusianya.

Melalui musyawarah tahunan ini, Wagub berharap muncul program-program kerja dan evaluasi yang konstruktif agar pelayanan gereja tetap relevan dengan dinamika kebutuhan jemaat saat ini.

“Kami berharap Mupel Kaltara Berkat terus konsisten menjadi mitra pemerintah, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat SDM di Kalimantan Utara,” tambahnya.

Pembukaan musyawarah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras Pemprov Kaltara, di antaranya Asisten Bidang Administrasi Umum Pollymaart Sijabat, Kepala Dinas Sosial, Obed Daniel, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Jaini. Hadir pula unsur Forkopimda, para pendeta, dan utusan jemaat dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan rumusan pelayanan yang lebih baik untuk mendukung kerukunan dan kedamaian di provinsi termuda di Indonesia ini.