Kalimantan Raya, Malinau – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malinau mendadak mendapati pengawalan ketat dari aparat keamanan gabungan pada Selasa (28/7/2026). Penjagaan ketat ini menyusul aksi penggeledahan maraton yang dilakukan tim penyidik Kejaksaan terkait usutan dugaan penyelewengan pengelolaan dana hibah penyelenggaraan Pilkada 2024.
Pantauan di lokasi, area parkir Gedung KPU Malinau tampak dipenuhi kendaraan dinas gabungan dari unsur Kejaksaan, Polisi Militer (PM), hingga kepolisian. Personel Polres Malinau disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan sterilisasi jalannya pemeriksaan.
Di dalam gedung, deretan petugas berompi khusus penyidik menyisir sejumlah ruangan dan memeriksa berkas-berkas dokumen penting. Tindakan hukum ini disinyalir kuat berkaitan dengan penelusuran alokasi serta penggunaan anggaran dana hibah Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malinau Tahun 2024.
Seluruh Komisioner KPU Kabupaten Malinau terlihat berada di lokasi dan kooperatif mengikuti alur pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik.
Namun, pihak Kejaksaan masih belum mau membeberkan secara rinci rincian penggeledahan tersebut di lokasi.
“Sebentar ya, masih dalam proses,” ujar Kasi Intel Kejari Malinau, I Made Adi Estu Nugrahan, sebagaimana dikutip dari Kaltim.tribunnews.com, Selasa (28/7/2026).
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kejaksaan belum merilis rincian konstruksi perkara maupun daftar inventaris dokumen dan barang bukti yang disita dari Gedung KPU Malinau. Konfirmasi resmi dari jajaran Komisioner KPU Malinau juga masih terus diupayakan oleh awak media.




