April 26, 2026
Advetorial DPRD Kaltara

Investasi Ratusan Juta Jadi ‘Sampah’, Arming Desak Pertamina Evaluasi Pertashop Terbengkalai di Perbatasan

  • Maret 4, 2026
  • 2 min read
Investasi Ratusan Juta Jadi ‘Sampah’, Arming Desak Pertamina Evaluasi Pertashop Terbengkalai di Perbatasan

Kalimantan Raya, Advetorial – Kondisi infrastruktur distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) kini menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Arming, mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya unit Pertashop yang kini mangkrak dan terbengkalai di sejumlah titik strategis di Kabupaten Nunukan.

Hal tersebut ditegaskan Arming dalam forum pertemuan antara Komisi III DPRD Kaltara dengan pihak PT Pertamina (Persero) di Kota Tarakan, baru-baru ini.

Arming menceritakan pengalamannya saat berkeliling ke wilayah Sebatik, Kabudaya, hingga daratan Nunukan. Ia menemukan fakta pahit di mana unit-unit Pertashop yang sedianya dibangun untuk mempermudah akses BBM masyarakat, justru kini dalam kondisi mati suri.

“Saya miris melihat beberapa Pertashop di Sebatik, Kabudaya, dan Nunukan yang kini terbengkalai. Awalnya masyarakat buka dengan angan-angan besar dan harapan keuntungan stabil. Tapi sekarang banyak yang jadi seperti sampah, tidak berjalan,” ujar Arming dengan nada kecewa.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar kegagalan bisnis biasa. Banyak investor lokal dan masyarakat kecil yang telah menggelontorkan modal hingga ratusan juta rupiah, namun kini harus gigit jari karena ketidakpastian pasokan dan lemahnya pengawasan dari pihak regulator.

Arming mengingatkan kembali bahwa empat tahun lalu, pihaknya bersama Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Deddy Sitorus, telah berupaya maksimal dengan membawa Kepala BPH Migas langsung meninjau wilayah Mansalong. Langkah itu diambil untuk memastikan pemerintah pusat memberikan atensi terhadap kelancaran energi di beranda depan NKRI.

Namun, realita saat ini justru menunjukkan kemunduran. Ia menilai negara harus hadir untuk memberikan jaminan keamanan investasi bagi masyarakat kecil di sektor energi.

“Banyak yang berani investasi sampai ratusan juta rupiah. Tapi kalau distribusi tidak jelas dan pengawasan lemah, yang jadi korban masyarakat dan investor kecil. Jangan sampai program yang niat awalnya membantu justru meninggalkan beban baru,” tegasnya.

Politisi ini mendesak PT Pertamina (Persero) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi BBM, khususnya untuk unit-unit Pertashop di perbatasan. Ia menekankan bahwa kepastian pasokan adalah kunci agar fasilitas tersebut tidak hanya menjadi bangunan kosong yang merusak pemandangan dan ekonomi warga.

“Negara harus hadir memberi kepastian. Kami meminta ada evaluasi mendalam supaya kejadian Pertashop yang mangkrak ini tidak terus berulang dan merugikan lebih banyak orang,” pungkas Arming.

Sumber korankaltim.com