April 2, 2026
Ekonomi Kaltara

Kaltara Semakin Digital, Transaksi Cepat Naik 67% dan Optimisme Konsumen Tetap Tinggi

  • Oktober 16, 2025
  • 2 min read
Kaltara Semakin Digital, Transaksi Cepat Naik 67% dan Optimisme Konsumen Tetap Tinggi

KALIMANTAN RAYA, EKONOMI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara merilis laporan perkembangan ekonomi daerah pada 16 Oktober 2025, yang menyoroti akselerasi pesat dalam sistem pembayaran digital dan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap perekonomian. Laporan ini menggarisbawahi upaya KPwBI dalam mendorong efisiensi transaksi dan memastikan kelayakan uang Rupiah yang beredar.

Pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan BI-Fast, BI-RTGS, dan SKNBI di wilayah Kaltara dikonfirmasi telah berlangsung dengan efisien, aman, andal, dan lancar sepanjang September 2025.

Nilai transaksi melalui layanan transfer dana ritel cepat, BI-Fast, menjadi indikator utama pergeseran ke transaksi non-tunai. Sepanjang September 2025, nilai transaksi BI-Fast tercatat sebesar Rp3,26 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 67,10% secara tahunan (year-on-year). Kontras dengan layanan cepat ini, nilai transaksi BI-RTGS (Bank Indonesia Real Time Gross Settlement) pada periode yang sama justru terkontraksi sebesar -16,40% (yoy), dengan total nilai Rp932,39 miliar.

Selain itu, adopsi pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS terus meluas di Kaltara. Hingga Agustus 2025, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Kalimantan Utara telah mencapai 126.243 pengguna. Angka ini bertambah sebanyak 4.806 pengguna baru jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2024.

Di sisi pengelolaan uang Rupiah, KPw BI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat adanya net outflow atau arus keluar uang lebih besar dibanding arus masuk, dengan nilai sebesar Rp141,030 miliar sepanjang September 2025. Secara rinci, arus uang keluar (outflow) tercatat sebesar Rp208,44 miliar, sementara arus uang masuk (inflow) tercatat sebesar Rp67,41 miliar.

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara secara teratur melakukan dropping dan penarikan uang, termasuk uang tidak layak edar. Kegiatan ini dilakukan melalui 3 (tiga) Kas Titipan Bank Indonesia yang berlokasi di Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan. Upaya ini dilakukan sesuai kebutuhan untuk memastikan uang yang beredar di tangan masyarakat berada dalam kondisi layak edar.

Hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia pada September 2025 menunjukkan bahwa optimisme konsumen di Kaltara tetap terjaga. Keyakinan ini sangat penting karena Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) merupakan salah satu indikator perkembangan konsumsi rumah tangga dalam PDRB.

Optimisme tersebut tercermin dari seluruh indeks yang masih terjaga di atas batas optimis (100) , mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik.

  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2025 sebesar 116,13.
  • Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 103,99.
  • Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 128,27.

Meskipun ketiga indeks tersebut sedikit termoderasi dibandingkan periode Agustus 2025, tingkat IKK yang masih jauh di atas 100 menegaskan persepsi positif konsumen Kaltara terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi perekonomian ke depan.