Kunjungi Fuel Terminal Tarakan, Jufri Budiman Ingatkan SPBU Jangan Lalai Soal Alat Pemadam dan Pembayaran Digital
Kalimantan Raya, Advetorial – Keamanan operasional dan modernisasi layanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi sorotan serius jajaran legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menegaskan bahwa keselamatan konsumen dan petugas harus menjadi prioritas utama di atas sekadar pelayanan rutin.
Hal tersebut ditegaskan Jufri saat memimpin kunjungan kerja monitoring Komisi III ke Fuel Terminal Pertamina di Kota Tarakan, pada pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Jufri memberikan catatan khusus mengenai fasilitas penunjang keselamatan di area pengisian BBM. Ia mendesak pihak Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk memastikan ketersediaan serta kelayakan alat pemadam kebakaran di setiap unit SPBU.
“Pelayanan yang diberikan SPBU sejauh ini sudah baik, namun standar keselamatan harus terus diperhatikan. Peralatan penunjang seperti alat pemadam kebakaran perlu selalu diperbarui dan dipastikan dalam kondisi siap pakai, jangan sampai justru bermasalah saat dibutuhkan,” ujar Jufri Budiman.
Selain perangkat fisik, ia juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi masyarakat pengguna kendaraan. Jufri menekankan agar petugas SPBU tidak bosan mengimbau konsumen untuk mematikan mesin saat pengisian berlangsung guna menghindari risiko kebakaran.
Tak hanya soal keselamatan, Komisi III DPRD Kaltara juga menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat yang kini mulai beralih ke transaksi non-tunai (cashless). Jufri melihat adanya kebutuhan mendesak bagi SPBU untuk menyediakan fasilitas pembayaran digital yang lebih mumpuni.
Menurutnya, ketersediaan mesin ATM yang terbatas di beberapa lokasi SPBU seringkali menyulitkan warga yang tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
“Masyarakat sekarang jarang membawa uang tunai dalam saku. SPBU harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Penyediaan sistem pembayaran non-tunai adalah bentuk penyesuaian layanan terhadap kebutuhan konsumen saat ini,” tambahnya.
Peninjauan ke Fuel Terminal ini menjadi langkah evaluasi berkala DPRD Kaltara terhadap rantai distribusi energi di Bumi Benuanta. Jufri berharap Pertamina mampu menjembatani keluhan masyarakat, baik dari sisi keselamatan teknis maupun kemudahan akses layanan.
Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan seluruh mitra penyalur BBM di Kaltara dapat memberikan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber korankaltim.com





