February 18, 2026
Hukum Kaltara Tarakan

Mengungkap Tabir dibalik Konflik Narkoba di Tarakan, Penusukan Diduga Dipicu Transaksi Sabu yang Melibatkan Sosok Pak RT

  • Januari 6, 2026
  • 2 min read
Mengungkap Tabir dibalik Konflik Narkoba di Tarakan, Penusukan Diduga Dipicu Transaksi Sabu yang Melibatkan Sosok Pak RT

Kalimantan Raya, Tarakan – Kasus penyerangan dan penusukan berdarah yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Karanganyar Pantai, Tarakan Barat, kini memunculkan dugaan kuat terkait peredaran narkoba, jauh berbeda dari keterangan awal kepolisian yang menyebutnya sekadar ‘cekcok biasa’.

Peristiwa yang melibatkan pelaku berinisial IK tersebut diduga dipicu oleh perselisihan transaksi sabu-sabu yang melibatkan seorang pria berinisial ‘Pak RT’. Sebuah rekaman suara yang beredar viral di media sosial pada Sabtu (3/1/2026) mengungkapkan kronologi yang spesifik.

“Si Iksan beli sabu sama Pak RT. Tapi barangnya sedikit. Dia protes. Pak RT balas, ‘kalau tidak mau sedikit, jangan beli di sini,” Kutipan rekaman tersebut melanjutkan,

Perselisihan memuncak ketika IK memukul ‘Pak RT’ dengan helm, yang kemudian dibalas dengan pengeroyokan. IK lalu kembali membawa senjata dan diduga ditimpas oleh ‘Pak RT’. Jika rekaman suara ini akurat, insiden di Gajah Mada berpotensi besar merupakan konflik antar jaringan narkoba yang meledak di ruang publik, bukan sekadar perkelahian biasa.

Polisi Bantah Indikasi Narkoba, Publik Curiga Keterangan yang beredar luas di masyarakat ini kontras dengan pernyataan resmi kepolisian. Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, dalam keterangan kepada DetikKalimantan pada Jumat (2/1/2026), menyatakan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi keterkaitan narkoba dalam kasus ini.

“Terkait permasalahannya (narkoba) masih kami lakukan pendalaman. Hasil olah TKP kami belum menemukan barang bukti narkoba. Saksi korban menyatakan masalahnya hanya cekcok,” ujar AKP Ridho.

Perbedaan tajam antara narasi viral dan keterangan resmi kepolisian ini memantik kecurigaan publik, terutama menyangkut identitas sosok sentral yang disebut ‘Pak RT’. Di media sosial, pertanyaan utama kini beralih, Siapa sebenarnya ‘Pak RT’ yang disebut sebagai penjual sabu tersebut?

Apabila benar ada pengedar, apalagi yang menggunakan julukan aparat lingkungan, beroperasi secara terang-terangan di wilayah padat penduduk seperti Karanganyar Pantai, hal ini menjadi alarm darurat serius bagi penegakan hukum di Kota Tarakan.

Disadur dari Kaltara_24jam