Kaltara Raya, Tarakan – Sepeda motor milik AI (23), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menonton turnamen bola voli Piala Kabandara Cup 2026 di area parkir bandara, akhirnya ditemukan.
Motor tersebut ditemukan setelah keluarga AI melihat kendaraan yang diduga kuat milik korban berada di Juata Kerikil yang biasa disebut Kampung Tator. Keluarga kemudian melaporkan temuan itu kepada AI dan langsung mendatangi lokasi.
AI memastikan kendaraan tersebut merupakan miliknya setelah mencocokkan kunci cadangan yang dibawanya.
Namun, saat ditemukan, kondisi sepeda motor sudah tidak utuh. Sejumlah bagian disebut telah hilang dan terdapat bekas coretan pada bodi maupun identitas kendaraan.
“Terus kita langsung ke lokasi. Ternyata memang itu motor saya, Bang. Karena saya bawa kunci serapnya juga kan dan bunyi,” ujar AI saat memberikan keterangan.
Menurut AI, kendaraan tersebut sudah dipreteli ketika ditemukan. Beberapa bagian seperti filter, cup-cup kendaraan, spion dan pelat nomor disebut telah hilang.
“Motornya sudah dipreteli. Kayak ada yang sudah hilang filter-filternya. Cup-cupnya juga sudah hilang. Spion, plat,” katanya.
Tak hanya itu, AI mengatakan bagian merek dan stiker pada sepeda motornya juga telah dirusak. Ia menyebut identitas pada kendaraan tersebut dicoret-coret hingga sebagian terlihat seperti telah dicincang.
Temuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus pencurian sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan AI ke Mapolres Tarakan setelah kendaraannya hilang pada malam pertandingan Piala Kabandara Cup 2026.
Dalam pemberitaan sebelumnya, AI mengaku memarkir sepeda motornya setelah membayar karcis parkir Rp5.000. Kendaraan itu kemudian diketahui hilang saat dirinya hendak pulang sekitar pukul 23.00 WITA.
Setelah sepeda motor ditemukan, AI kembali menyoroti sistem keamanan di kawasan bandara. Menurut dia, mekanisme pengawasan pada jalur keluar kendaraan perlu diperkuat agar kendaraan yang keluar dari area parkir dapat terpantau.
AI mengatakan kendaraan dari area parkir seharusnya melewati portal utama bandara saat keluar. Namun, menurut dia, masih terdapat kendaraan yang memilih memutar dan tidak melewati jalur tersebut.
“Kalau mungkin mereka lewat portal itu mungkin untuk potensi dapat pelakunya lebih cepat, Bang. Tapi ini enggak. Mereka keamanannya lama banget, enggak. Lemah,” ujarnya.
Ia berharap pihak bandara dapat meningkatkan pengawasan dan mengambil tanggung jawab lebih serius terhadap aspek keamanan di area tersebut.
“Saya harap mereka lebih bertanggung jawab aja sih, Bang. Karena ini bandara kan… Sistem keamanannya itu harusnya kuat,” kata AI.
Hingga artikel ini diterbitkan, keterangan dari pihak pengelola bandara maupun panitia Piala Kabandara Cup 2026 terkait temuan sepeda motor tersebut dan sistem pengamanan di area parkir belum diperoleh redaksi.





