April 24, 2026
Advetorial

Sidak Pasar hingga Bandara, Pemprov Kaltara Jamin Stok Pangan dan BBM di Tarakan Aman Jelang Lebaran

  • Maret 16, 2026
  • 2 min read
Sidak Pasar hingga Bandara, Pemprov Kaltara Jamin Stok Pangan dan BBM di Tarakan Aman Jelang Lebaran

Kalimantan Raya, Advetorial – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan ketersediaan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Tarakan dalam kondisi stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didapat setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara melakukan inspeksi mendadak (sidak) maraton ke sejumlah titik vital, Senin (16/3/2026).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Bustan, memimpin langsung penyisiran mulai dari pintu masuk logistik di Pelabuhan Malundung dan Tengkayu I, beralih ke pasar tradisional Tenguyun, ritel modern STB, SPBU Ladang, hingga fasilitas mudik di Bandara Internasional Juwata.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan, Bustan mengungkapkan bahwa secara umum pasokan pangan di Bumi Paguntaka mencukupi. Meski demikian, ia tidak menampik adanya kenaikan harga pada komoditas tertentu yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Komoditas yang mencatatkan kenaikan signifikan adalah cabai lokal dan cabai rawit yang kini menyentuh harga Rp130 ribu per kilogram, dari harga normal di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Selain itu, harga telur juga merangkak naik dari Rp62 ribu menjadi Rp70 ribu per piring.

“Alhamdulillah, ketersediaan komoditas pangan di Kaltara, khususnya Tarakan, aman. Meskipun ada kenaikan pada cabai dan telur, namun secara umum harga beras dan kebutuhan pokok lainnya masih stabil serta normal,” ujar Bustan usai sidak.

Di sektor energi, Pemprov Kaltara memberikan jaminan bahwa stok BBM jenis Pertalite, Dexlite, hingga Pertamax tidak akan mengalami kendala distribusi selama masa Lebaran. Bustan menegaskan bahwa gejolak geopolitik global tidak memberikan dampak negatif terhadap pasokan maupun harga BBM di daerah.

“BBM aman dan harganya tetap stabil, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Bagi warga yang berencana mudik melalui jalur laut, terdapat kabar baik berupa diskon tiket kapal sebesar 30 persen dari pemerintah pusat bagi pembelian melalui aplikasi PELNI Mobile. Berdasarkan data PT Pelindo, jumlah pemudik di Pelabuhan Malundung diprediksi meningkat dari 20 ribu orang pada tahun lalu menjadi sekitar 24 ribu orang tahun ini.

Menutup rangkaian sidak, Bustan meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong (panic buying) karena stok di pasar maupun ritel modern dipastikan tersedia hingga hari kemenangan tiba. Ia juga menitipkan pesan khusus bagi para pemudik yang akan keluar daerah.

“Masyarakat jangan panik, stok pangan tersedia. Bagi yang mudik, tetap jaga keselamatan dan kesehatan. Satu lagi, jangan lupa bawa oleh-oleh produk lokal Kaltara ke kampung halaman, baik itu ke Jawa, Sulawesi, atau Balikpapan, sebagai ajang promosi produk unggulan kita,” pungkas Bustan.