March 25, 2026
Hukum Kaltara Tarakan

Skandal Polairud di HUT Ke-75, Teriakan ‘Suap yang Tak Terpuaskan’ bergema di Jalanan Tarakan

  • November 29, 2025
  • 2 min read
Skandal Polairud di HUT Ke-75, Teriakan ‘Suap yang Tak Terpuaskan’ bergema di Jalanan Tarakan

Kalimantan Raya, Tarakan – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Polairud diwarnai oleh aksi protes yang tak terduga. Sebuah ‘tamparan’ keras berbentuk spanduk kritik terpasang di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan, pada Sabtu (29/11/2025), mengalihkan fokus dari perayaan menjadi dugaan skandal suap yang melibatkan oknum aparat penegak hukum di perairan Kaltara.

Spanduk tersebut, berbunyi “Dirgahayu Polairud, Jangan Kriminalisasi Masyarakat yang Kau Terima Setorannya #ReformaDariKaltara”, bukan cuma kritik biasa. Ini merupakan pertanyaan besar terkait apa yang sedang terjadi di DITPOLAIRUD Kaltara saat ini, istilah yang merujuk pada uang perlindungan atau setoran yang, meskipun telah diberikan, tidak menjamin keamanan masyarakat dari proses hukum atau kriminalisasi.

Aksi ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat dan pengguna jalur laut di Tarakan yang merasa terancam oleh dua sisi aspek, yakni potensi pelanggaran hukum di perairan dan potensi kriminalisasi yang diduga berkaitan erat dengan praktik penerimaan setoran liar oleh oknum Polairud.

Pemasangan spanduk kritik pada momentum HUT ini secara strategis bertujuan mendesak pimpinan tertinggi Polairud di Kaltara agar segera bertindak. Pesan “#ReformasiDariKaltara” menyiratkan tuntutan reformasi POLRI yang mendesak untuk diawali dari ujung utara kalimantan, memastikan bahwa penegakan hukum di laut benar-benar bertujuan melindungi, bukan justru memeras dan menindas mereka yang hidup dari hasil laut.

Saat ini, sorotan publik tertuju pada Polda Kaltara khususnya Polairud. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi Kapolda untuk tidak hanya membersihkan citra institusi, tetapi juga mengusut tuntas dugaan suap dan kriminalisasi yang telah dikritik secara terbuka di ruang publik Tarakan.