Kalimantan Raya, Tarakan – Forum Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XIII Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan yang berlangsung di Gedung FKUB Kota Tarakan resmi berakhir dengan terpilihnya nakhoda baru. Muhammad Fadhil Qobus keluar sebagai Formateur/Ketua Umum setelah meraih kemenangan telak dalam pemungutan suara yang digelar pada Minggu (10/5/2026).
Alumni Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan (FH UBT) ini sukses mengamankan dukungan mayoritas dengan perolehan 9 suara. Angka tersebut terpaut cukup jauh dari rivalnya, Abdul Salam Arsyad Putra, yang mendapatkan 4 suara dari total 13 pemilih sah yang mewakili jajaran komisariat se-Cabang Tarakan.
Di bawah bendera HMI Progresif, Fadhil membawa gagasan segar untuk mentransformasi organisasi hijau hitam di tingkat lokal. Ia bercita-cita menjadikan HMI sebagai titik temu kebudayaan sekaligus pusat penggodokan kader yang unggul dan kompetitif.
Dalam visinya, Fadhil menekankan pentingnya menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan kearifan lokal Kalimantan Utara guna mencetak kader yang humanis.
“HMI Cabang Tarakan ke depan harus menjadi inkubator yang mewadahi berbagai latar belakang keilmuan. Kami ingin membentuk karakter kader yang inklusif dan humanis melalui pendampingan intensif di tingkat komisariat sebagai pusat gravitasi organisasi,” terang Fadhil Qobus sesaat setelah hasil konferensi ditetapkan.
Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Hukum periode 2024-2025 ini juga tidak ingin HMI hanya berkutat di internal. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi lebih aktif mengawal persoalan sosial dan menjadi penyambung lidah bagi masyarakat yang tertindas atau kaum mustadh’afin.
Menurutnya, gerakan mahasiswa hari ini harus berbasis pada kekuatan data agar mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan rakyat.
“HMI harus hadir di tengah isu-isu kerakyatan,” tambahnya lugas.
Selain penguatan kaderisasi dan gerakan sosial, kemandirian ekonomi organisasi turut menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya. Fadhil berencana mengasah jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) para anggota agar organisasi tidak memiliki ketergantungan finansial dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Guna memuluskan langkah besar tersebut, Fadhil berkomitmen untuk membuka ruang komunikasi yang luas dengan berbagai elemen, mulai dari Korps Alumni HMI (KAHMI), pemerintah daerah, hingga organisasi kepemudaan lainnya. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan bagi Kota Tarakan dan Kalimantan Utara.
Langkah awal Fadhil Qobus sebagai nakhoda baru kini dinanti oleh banyak pihak, terutama dalam membuktikan janjinya untuk membawa HMI Tarakan menuju masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.





