Kritis! Data Satelit Ungkap Kaltara Kehilangan 560 Ribu Hektare Hutan dalam Dua Dekade
Kalimantan Raya, Kaltara – Kondisi hutan di Kalimantan Utara (Kaltara) berada dalam status kritis. Data satelit terbaru menunjukkan bahwa sejak tahun 2002 hingga 2024, provinsi ini telah kehilangan hutan primer basah seluas 560 ribu hektare (kha). Angka kehilangan ini sangat besar, setara dengan 22 kali lipat luas wilayah Kota Tarakan.
Kehilangan hutan primer basah tersebut menyumbang 74 persen dari total kehilangan tutupan pohon Kaltara dalam periode yang sama, membuat area hutan primer basah di Kaltara berkurang hingga 9,0 persen.
Data yang dihimpun menunjukkan, pada tahun 2020, Kaltara masih memiliki 6,3 Mha hutan alam, membentang lebih dari 90 persen luas daratannya. Namun, memasuki tahun 2024 saja, Kaltara telah kehilangan 15 kha hutan alam, yang menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) setara 11 juta ton.
Secara keseluruhan dari tahun 2001 hingga 2024, Kaltara kehilangan 790 kha tutupan pohon, yang setara dengan 12 persen dari total tutupan pohon pada tahun 2000, dan melepaskan 640 Mt emisi (CO₂e).
Analisis data satelit juga mengungkapkan pendorong utama di balik deforestasi di Kaltara. Sebanyak 65 persen kehilangan tutupan pohon dalam rentang 2001 hingga 2024 disebabkan oleh faktor deforestasi permanen dan gangguan sementara.
Penyebab deforestasi didominasi oleh:
-
Permakultur: 490 kha
-
Komoditas Keras: 18 kha
-
Permukiman dan Infrastruktur: 2,3 kha
Sementara itu, faktor gangguan sementara terbesar adalah Penebangan Hutan sebesar 200 kha, diikuti oleh Perladangan Bergilir 54 kha, dan Kebakaran Liar 14 kha.
Tingkat kehilangan tutupan pohon paling parah terkonsentrasi di dua wilayah. Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan bertanggung jawab atas 72 persen dari total kehilangan tutupan pohon di Kaltara antara 2001 dan 2024.
-
Bulungan: Kehilangan tutupan pohon tertinggi dengan 290 kha.
-
Nunukan: Menyusul dengan kehilangan 290 kha.
-
Tana Tidung: 110 kha.
-
Malinau: 100 kha.
-
Tarakan: 7,0 kha.
Angka kehilangan di Bulungan dan Nunukan jauh di atas rata-rata kehilangan tutupan pohon di Kaltara, yang berada pada angka 160 kha. Data ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat Kaltara terkait ancaman lingkungan dan iklim di masa depan.
Sumber globalforestwatch.org





