Jaga Daya Beli Warga Jelang Lebaran, Gubernur Zainal Instruksikan TPID se-Kaltara Perketat Pengawasan Harga
Kalimantan Raya, Advetorial – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah fluktuasi harga barang pokok. Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan bahwa pengendalian angka inflasi merupakan kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat agar tidak tergerus.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltara di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur, Senin (9/3/2026). Pertemuan ini menjadi krusial mengingat tantangan ekonomi yang dinamis di wilayah perbatasan.
Dalam arahannya, Gubernur Zainal memaparkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara. Hingga Februari 2026, inflasi tahunan (year on year) di Bumi Benuanta tercatat berada di angka 4,75 persen. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month) menyentuh 0,47 persen.
“Angka ini merupakan potret agregat dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Kita harus terus mencermati pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) maupun Indeks Perkembangan Harga (IPH) agar langkah intervensi kita tepat sasaran,” ujar Zainal di hadapan para kepala daerah dan anggota Forkopimda.
Meskipun angka tahunan menunjukkan tantangan, Gubernur memberikan apresiasi atas capaian tahun 2025 lalu, di mana inflasi Kaltara berhasil ditekan pada level 2,57 persen—masih masuk dalam rentang target nasional.
Menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur memberikan instruksi khusus kepada para Bupati dan Wali Kota se-Kaltara. Ia meminta laporan berkala terkait ketersediaan stok bahan pokok dan kelancaran distribusi logistik hingga ke pelosok.
“Saya minta seluruh kepala daerah memastikan ketersediaan pangan aman. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga di pasar. Koordinasi antar-wilayah harus semakin kuat,” tegasnya.
Stabilitas harga menjelang hari raya menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang tanpa dibayangi kenaikan harga kebutuhan dasar yang ekstrem.
Kegiatan HLM TPID ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis, di antaranya Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara Hasiando G. Manik.
Kehadiran Bank Indonesia dan unsur kepolisian diharapkan mampu memperkuat pengawasan distribusi barang serta memberikan analisa kebijakan moneter yang tepat bagi daerah. Gubernur berharap kolaborasi ini menghasilkan langkah strategis yang lebih terarah untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Harapan saya, dengan pengendalian yang optimal, daya beli masyarakat tetap terjaga dan kesejahteraan warga Kaltara terus meningkat,” pungkasnya.





