April 24, 2026
Advetorial

Gubernur Zainal Kucurkan Dana Bagi Hasil Rp97 Miliar untuk Nunukan Saat Safari Ramadan di Desa Atap

  • Maret 11, 2026
  • 2 min read
Gubernur Zainal Kucurkan Dana Bagi Hasil Rp97 Miliar untuk Nunukan Saat Safari Ramadan di Desa Atap

Kalimantan Raya, Advetorial – Suasana religius menyelimuti Masjid Al Mujahidin, Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, hadir menyapa warga dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (10/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kaltara ini tidak hanya membawa pesan spiritual, tetapi juga kepastian anggaran pembangunan bagi Kabupaten Nunukan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan definitif Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Daerah untuk tahun anggaran 2025 dan alokasi sementara tahun 2026.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Nunukan menerima suntikan dana yang cukup signifikan. Untuk tahun 2025, realisasi DBH Pajak Daerah tercatat sebesar Rp85,19 miliar. Angka ini diproyeksikan meningkat pada tahun 2026 dengan alokasi sementara mencapai Rp97,91 miliar.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga menyalurkan dana kurang salur periode 2023–2025 senilai Rp53,06 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

“DBH ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan,” ujar Gubernur Zainal di hadapan warga Sembakung.

Safari Ramadan di Desa Atap ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. Gubernur Zainal memberikan perhatian khusus bagi warga yang terdampak musibah banjir di wilayah tersebut melalui penyerahan paket bantuan sembako dan logistik lainnya.

Dukungan juga mengalir untuk sektor kepemudaan melalui pemberian bantuan kepada Karang Taruna Desa Atap, serta apresiasi bagi petugas fardu kifayah atas pengabdian sosial keagamaan mereka. Tak ketinggalan, Masjid Al Mujahidin menerima bantuan berupa Al-Qur’an, sarung, dan pakaian muslim.

Di tengah antusiasme warga, Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah ini. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di pelosok desa merupakan upaya untuk memastikan komunikasi antara pemimpin dan rakyat tetap terjaga.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Safari Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum berbagi dan memastikan pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, memperkuat nilai kebersamaan antara jajaran Pemprov Kaltara dengan masyarakat di wilayah perbatasan Nunukan.