April 24, 2026
Advetorial DPRD Kaltara

Bekali Ratusan Kader di Nunukan, Muhammad Nasir: Pemimpin Harus Selesai dengan Dirinya Sendiri

  • Maret 15, 2026
  • 2 min read
Bekali Ratusan Kader di Nunukan, Muhammad Nasir: Pemimpin Harus Selesai dengan Dirinya Sendiri

Kalimantan Raya, Advetorial – Kedisplinan pribadi dan keteladanan menjadi poin sentral dalam agenda penguatan kapasitas pengurus yang digelar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Nunukan. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, mengingatkan bahwa integritas seorang tokoh organisasi diuji dari kemampuannya mengelola diri sendiri sebelum tampil di hadapan publik.

Pesan tersebut disampaikan Nasir di hadapan sekitar 150 pengurus dan kader dalam kegiatan upgrading yang berlangsung di Kantor DPD PKS Nunukan, Sabtu (14/3/2026).

Sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalimantan Utara, Nasir membawakan materi bertajuk Memimpin Diri Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain. Ia memaparkan bahwa fondasi utama kepemimpinan bukanlah kekuasaan untuk memerintah, melainkan kemampuan untuk mendisiplinkan diri, terutama dalam hal manajemen waktu dan perilaku.

“Seorang pemimpin harus mampu mendisiplinkan diri, mengatur waktu dengan baik, serta menunjukkan keteladanan dalam sikap dan perilaku. Jika seseorang belum mampu memimpin dirinya sendiri, maka akan sulit baginya untuk memimpin orang lain,” ujar Nasir di sela-sela pemaparan materinya.

Menurutnya, tanpa kemampuan manajemen diri yang matang, struktur organisasi akan sulit berjalan secara solid karena hilangnya standar keteladanan dari para pengelolanya.

Lebih lanjut, legislator Kaltara ini menekankan bahwa kepercayaan dan loyalitas anggota tidak bisa dipaksakan melalui instruksi formal semata. Keteladanan nyata dari seorang pemimpin jauh lebih efektif dalam membangun harmonisasi di lingkungan organisasi.

“Keteladanan adalah kunci untuk menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas. Pemimpin tidak cukup hanya memberi arahan, tetapi harus menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya,” jelasnya disambut antusiasme para peserta.

Selain materi dari Muhammad Nasir, para kader PKS Nunukan juga dibekali berbagai disiplin ilmu organisasi lainnya. M. Khoiruddin hadir memaparkan strategi manajemen organisasi modern, disusul oleh Arpiah yang menekankan pentingnya budaya kerja produktif dan profesional. Sementara itu, teknik penyelesaian masalah dibahas tuntas oleh Burhanuddin melalui materi manajemen konflik.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga profesional dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Nunukan. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif, para pengurus tampak antusias mendalami setiap materi sebagai modal menjalankan roda organisasi ke depan.

Sumber korankaltim.com