April 25, 2026
Ekonomi

Tuan Rumah Konreg Kasulampua 2026, Kaltara Inisiasi ‘Kesepakatan Benuanta’ Demi Kedaulatan Pangan Timur Indonesia

  • April 17, 2026
  • 2 min read
Tuan Rumah Konreg Kasulampua 2026, Kaltara Inisiasi ‘Kesepakatan Benuanta’ Demi Kedaulatan Pangan Timur Indonesia

Kalimantan Raya, Ekonomi – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi menjadi pusat perhatian ekonomi kawasan timur Indonesia. Sebagai tuan rumah Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Konreg PDRB) wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kasulampua) tahun 2026, Kaltara sukses mempertemukan delegasi dari 19 provinsi untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi nasional.

Kegiatan yang berpusat di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor ini, mengangkat tema krusial Kedaulatan Pangan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Wilayah Kasulampua.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat koordinasi pembangunan. Menurutnya, PDRB bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan indikator utama yang menentukan ketepatan sasaran kebijakan pemerintah.

“Kawasan Kasulampua memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam hingga posisi geografis yang strategis sebagai penghubung antarwilayah. Koordinasi ini penting agar pengambilan keputusan pembangunan benar-benar tepat sasaran,” ujar Zainal Arifin Paliwang dalam sambutannya, Jumat (17/4/2026).

Salah satu capaian monumental dari pertemuan ini adalah lahirnya Kesepakatan Benuanta. Kesepakatan ini dibacakan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara sebagai komitmen bersama para pemangku kebijakan di wilayah Kasulampua.

Setidaknya ada empat poin utama dalam Kesepakatan Benuanta, di antaranya:

  1. Penguatan satu data Indonesia, meningkatkan akurasi dan integrasi data statistik sebagai basis kebijakan.

  2. Integrasi fiskal, mengoptimalkan komunikasi ekonomi antara pusat dan daerah dalam perencanaan pembangunan.

  3. Transformasi ekonomi inklusif, mendorong hilirisasi dan inovasi teknologi digital melalui sinergi lintas sektor (pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha).

  4. Keberlanjutan forum, memastikan Konreg Kasulampua terus berjalan setiap tahun sebagai wadah koordinasi strategis.

Selama forum berlangsung, perwakilan dari Kementerian, BPS, dan Bank Indonesia mendalami isu-isu sensitif seperti hilirisasi sumber daya alam dan pemerataan pembangunan. Forum juga merekomendasikan peningkatan daya saing daerah melalui belanja daerah yang lebih berkualitas dan skema pembiayaan inovatif.

Langkah ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkelanjutan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah timur.

Sebagai penutup, forum menyepakati estafet kepemimpinan untuk tahun mendatang. Provinsi Sulawesi Utara terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konreg PDRB Kasulampua pada tahun 2027.