April 27, 2026
Kaltara Tarakan

Lelah Menanti Perbaikan, Warga Belakang BRI Tarakan Patungan Untuk Cor Jalan Secara Mandiri

  • April 27, 2026
  • 2 min read
Lelah Menanti Perbaikan, Warga Belakang BRI Tarakan Patungan Untuk Cor Jalan Secara Mandiri

Kalimantan Raya, Tarakan – Semangat gotong royong warga di kawasan Belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan, patut diacungi jempol. Dipicu rasa jenuh akibat kondisi infrastruktur yang rusak, warga sekitar memutuskan untuk memperbaiki jalan umum di depan Masjid Al-Muhajirin secara swadaya, Senin (27/4/2026).

Pengerjaan jalan sepanjang 46 meter dengan lebar 5,8 meter tersebut dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat. Menariknya, anggaran yang digunakan merupakan hasil donasi terbuka yang dikumpulkan warga sejak beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia Pelaksana, Herman, mengungkapkan bahwa dana yang terkumpul untuk pengerjaan cor tersebut mencapai Rp36 juta. Dana ini digunakan untuk membeli material guna memastikan jalan di lingkungan mereka lebih layak dan bersih.

“Tujuannya sebenarnya sederhana, kami ingin jalan kami bagus dan bersih. Warga di sini sangat mendukung, mereka terjun langsung bekerja sama agar pengerjaan ini tuntas,” ujar Herman saat ditemui di lokasi pengerjaan, Senin siang.

Herman tak menampik bahwa gerakan swadaya ini sempat diwarnai aksi protes warga melalui spanduk donasi yang sempat viral di media sosial. Aksi tersebut merupakan buntut dari kegelisahan warga atas belum adanya realisasi perbaikan dari pemerintah.

“Kemarin sempat ada masalah spanduk donasi itu yang viral. Mungkin bagi warga itu candaan, tapi bagi pemerintah ada ketersinggungan. Akhirnya saya bergerak bersama teman-teman mengumpulkan sumbangan masyarakat,” tambahnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Herman, Anggota DPD RI Dapil Kaltara, yang turut membantu mencukupkan kekurangan dana hingga pengerjaan bisa terlaksana.

Senada dengan Herman, Basri (45), salah seorang warga yang ikut dalam kerja bakti tersebut, menyebut aksi ini sebagai bentuk luapan kejenuhan masyarakat.

“Saya rasa ini bentuk kegelisahan masyarakat selama ini melewati jalan rusak. Mungkin warga di Belakang BRI sudah jenuh, akhirnya pilih bergotong royong menggunakan donasi sendiri,” ungkap Basri.

Sementara itu, dari sisi pengurus masjid, Lamsyah (55), menjelaskan bahwa perbaikan ini sangat krusial mengingat posisinya yang berada tepat di depan Masjid Al-Muhajirin. Pihak takmir masjid bersama warga sepakat untuk bersatu menyelesaikan persoalan jalan tersebut tanpa harus menunggu lebih lama lagi.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi. Meski direncanakan rampung dalam dua hari, panitia optimis pengerjaan cor jalan ini bisa selesai dalam waktu satu hari berkat banyaknya warga yang terlibat langsung di lapangan.

Leave a Reply