Ketua DPRD Kaltara Apresiasi Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak
KALTARA RAYA – Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi adat melalui proses regenerasi kepemimpinan.
Ketua DPRD Kaltar, Achmad Djufrie, menilai pergantian kepemimpinan yang berlangsung dalam forum tersebut berjalan kondusif dan mencerminkan kedewasaan organisasi adat dalam menyikapi dinamika internal.
Achmad Djufrie menghadiri pembukaan Mubes Luar Biasa DAD Kaltara yang digelar di Tanjung Selor, Jumat pekan ini. Ia hadir bersama Anggota DPRD Kalimantan Utara Kornie Serliany dan Pdt. Robenson Tadem.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa, serta dibuka secara resmi oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, yang juga merupakan Anggota Dewan Kehormatan MADN.
Pelaksanaan Mubes berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan semangat persatuan. Forum tersebut menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan organisasi adat guna memastikan keberlanjutan peran DAD di tengah masyarakat.
Menurut Achmad Djufrie, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Yang terpenting, proses tersebut berjalan sesuai mekanisme dan dapat diterima oleh seluruh pihak.
“Mubes kemarin adalah satu musyawarah luar biasa, dan itu hal yang biasa dalam setiap organisasi. Kegiatan ini merupakan proses memilih pemimpin pengganti karena ada yang mundur dan ada pengganti. Saya melihat pelaksanaannya berjalan secara kompak dan baik,” ujarnya.
Ia menilai, kekompakan yang ditunjukkan selama proses musyawarah menjadi modal penting bagi organisasi adat untuk tetap menjalankan fungsi dan perannya dalam menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat persatuan masyarakat adat di Kaltara.
Lebih lanjut, Achmad menyebut hasil musyawarah yang diterima secara bersama-sama menunjukkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan berlangsung dengan baik dan mampu menjaga stabilitas organisasi.
“Saya setuju sekali, ini adalah satu momen acara adat yang pergantiannya sangat kondusif dan sangat bagus, sehingga bisa diterima oleh semua pihak. Saya mendukung dan setuju atas apa yang dilakukan dalam Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara ini,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi adat menjalankan proses transisi kepemimpinan secara damai dan penuh kebersamaan merupakan contoh positif dalam menjaga keberlangsungan lembaga sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi adat.
Selain menjadi agenda organisasi, Mubes Luar Biasa tersebut juga mencerminkan komitmen masyarakat adat Dayak dalam menjaga mekanisme musyawarah sebagai dasar pengambilan keputusan.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus dipertahankan agar lembaga adat tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas masyarakat Dayak.
Melalui Mubes Luar Biasa tersebut, DAD Kaltara diharapkan mampu terus menjaga eksistensinya sebagai wadah pelestarian adat dan budaya Dayak, sekaligus menjadi perekat persatuan masyarakat di tengah perkembangan daerah yang terus berlangsung. (Adv)





