January 30, 2026
Kaltara Tarakan

BEM Se-Kaltara Serukan Persatuan Mahasiswa: Saatnya Berdiri Bersama Masyarakat!

  • November 3, 2025
  • 2 min read
BEM Se-Kaltara Serukan Persatuan Mahasiswa: Saatnya Berdiri Bersama Masyarakat!

KALIMANTAN RAYA, TARAKAN – Seruan dari kampus menggema di langit Kalimantan Utara. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kalimantan Wilayah Kaltara mengajak seluruh mahasiswa di provinsi ini untuk tidak tinggal diam atas persoalan yang menimpa masyarakat di sekitar lahan sengketa dengan perusahaan berinisial PRI.

Bagi mereka, ini bukan sekadar konflik lahan. Ini tentang keadilan yang diingkari dan janji yang dilanggar.

“Ketika rakyat kecil tertindas, mahasiswa tak boleh diam. Kami menyerukan seluruh mahasiswa di Kaltara untuk bersatu, turun bersama masyarakat,” ujar Anhari Firdaus, perwakilan BEM Se-Kalimantan Wilayah Kaltara, Senin (3/11).

BEM Kaltara menilai persoalan ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penyelesaian yang berpihak pada warga. Sejak awal, masyarakat hanya meminta ganti rugi yang adil. Namun, perusahaan justru berjanji membeli lahan warga—janji yang kemudian tak pernah ditepati.

“Waktu sudah habis, janji tak ditepati. Malah dibuat jalan baru tanpa persetujuan masyarakat. Ini bentuk nyata tidak adanya itikad baik,” tegas Anhari.

Kini, BEM Se-Kaltara tengah melakukan konsolidasi lintas kampus. Mereka mempersiapkan aksi solidaritas yang melibatkan sebanyak mungkin mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Utara.

“Kami akan turun. Bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk menunjukkan bahwa mahasiswa masih berpihak pada rakyat,” katanya.

Anhari menegaskan, perjuangan ini bukan semata untuk warga di lokasi sengketa, tetapi juga untuk menegakkan marwah mahasiswa sebagai agen moral bangsa.

“Tuntutan kami sederhana, tunaikan janji, hormati hak rakyat. Kami ingin para pemangku kebijakan, baik eksekutif maupun legislatif, turun langsung melihat persoalan ini,” ujarnya.

BEM Se-Kaltara juga mengingatkan para pejabat daerah agar tidak menutup mata. Mereka menegaskan bahwa tanggung jawab moral dan politik untuk menyelesaikan masalah ini ada di tangan pemerintah.

“Kalau mereka abai, kita tahu harus berdiri di sisi siapa. Mahasiswa akan terus bersuara sampai keadilan ditegakkan,” tutupnya.

Di tengah konsolidasi yang terus berjalan, satu pesan kini disebarkan ke seluruh kampus di Kaltara.

“Saat rakyat kehilangan suara, mahasiswa harus menjadi pengerasnya. Saat keadilan redup, kita yang menyalakan apinya.”