Gubernur dan Wagub Kaltara ‘Turun Gunung’ ke Malinau, Salurkan Dana Bagi Hasil Rp60 Miliar dan Paket Sembako
Kalimantan Raya, Advetorial – Nuansa kebersamaan menyelimuti Masjid Agung Darul Jalal, Kabupaten Malinau, saat dua pucuk pimpinan Kalimantan Utara, Gubernur Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur Ingkong Ala, hadir menyapa warga dalam rangkaian Safari Ramadan, Rabu (11/3/2026).
Kehadiran pasangan pemimpin Kaltara ini tidak sekadar untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga membawa kabar baik mengenai realisasi anggaran pembangunan bagi Bumi Intimung. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur secara resmi menyerahkan SK Penetapan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Daerah untuk Pemerintah Kabupaten Malinau.
Berdasarkan rincian yang dipaparkan, Kabupaten Malinau menerima alokasi DBH yang cukup signifikan. Untuk tahun anggaran 2025, realisasi DBH Pajak Daerah mencapai Rp52,09 miliar. Angka ini diproyeksikan naik pada tahun 2026 dengan alokasi sementara sebesar Rp60,23 miliar.
Selain alokasi reguler, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga menyalurkan dana kurang salur periode 2023–2025 senilai Rp37,39 miliar. Gubernur Zainal menegaskan agar dana fantastis ini dikelola secara transparan untuk kepentingan publik.
“Dana bagi hasil ini diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Malinau,” ujar Gubernur Zainal di hadapan jemaah dan tokoh masyarakat.
Safari Ramadan kali ini juga diwarnai dengan aksi berbagi berkah. Pemprov Kaltara menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, buku hadist, dan sarung untuk Masjid Agung Darul Jalal serta Pondok Pesantren Al Khairat Malinau.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para pejuang lapangan. Paket sembako dibagikan secara simbolis kepada petugas kebersihan dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Malinau sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga roda aktivitas daerah tetap berjalan.
Gubernur menekankan bahwa perjalanan lintas kabupaten ini merupakan upaya untuk meruntuhkan sekat antara pengambil kebijakan dan rakyat. Ia berharap momentum Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi jembatan ukhuwah yang lebih kuat.
“Safari Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sarana untuk mendengar langsung suara masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan tausiyah agama dan doa bersama, mempertegas sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun Kaltara dari daerah perbatasan.





