Perdana di Pendopo Baru, Gubernur Zainal Tegaskan Rujab Adalah Rumah Rakyat Kaltara
Kalimantan Raya, Advetorial – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Baru Gubernur Kalimantan Utara dalam gelaran Safari Ramadan 1447 Hijriah, Minggu (8/3/2026). Momen ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya fasilitas negara tersebut digunakan sebagai pusat kegiatan silaturahmi besar di bulan suci.
Dalam sambutannya, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, memberikan penegasan simbolis bahwa pendopo yang megah tersebut bukanlah tempat yang eksklusif bagi pejabat semata.
“Ini rumah rakyat Kaltara. Siapa saja boleh datang ke sini. Saya ingin tempat ini menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan untuk mempererat ukhuwah kita semua,” tegas Gubernur Zainal di hadapan tokoh masyarakat dan jajaran pejabat Pemprov Kaltara.
Tak hanya sekadar buka puasa bersama, agenda ini juga menjadi momentum penting bagi transparansi anggaran daerah. Gubernur Zainal secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan definitif Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Daerah kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Data yang dihimpun menunjukkan komitmen pembiayaan pembangunan yang cukup besar bagi Kabupaten Bulungan, dengan rincian berupa Realisasi DBH 2025 sebesar Rp95,18 miliar, Alokasi Sementara 2026 sebesar Rp110,42 miliar (mengalami kenaikan), serta Penyaluran Kurang Salur (2023–2025) sebesar Rp67,79 miliar.
Gubernur menekankan agar Pemerintah Kabupaten Bulungan dapat memanfaatkan dana tersebut secara optimal, khususnya untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar dan kualitas pelayanan publik di wilayah Bulungan.
Sebagai wujud kepedulian sosial di bulan Ramadan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis. Bantuan berupa uang tunai, paket sembako, sarung, hingga Al-Qur’an dibagikan kepada pengurus masjid, pesantren, serta petugas kebersihan dan tenaga kerja di Kabupaten Bulungan.
Bagi Gubernur Zainal, Ramadan harus menjadi madrasah kehidupan yang mampu menumbuhkan kepekaan sosial yang nyata antar sesama warga Bumi Benuanta.
“Semoga amal ibadah kita di bulan penuh ampunan ini membawa keberkahan bagi keluarga dan Provinsi Kalimantan Utara yang kita cintai,” pungkasnya sebelum menutup kegiatan dengan salat Maghrib berjemaah.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltara berharap semangat gotong royong dan toleransi antarumat beragama terus mengakar kuat guna mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.





