April 24, 2026
Advetorial

Tekan Biaya Kuliah ke Luar Daerah, Pemprov Kaltara dan UBT Perkuat Jalur Afirmasi bagi Anak Lokal

  • Maret 6, 2026
  • 2 min read
Tekan Biaya Kuliah ke Luar Daerah, Pemprov Kaltara dan UBT Perkuat Jalur Afirmasi bagi Anak Lokal

Kalimantan Raya, Advetorial – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara terus berupaya memangkas hambatan pendidikan tinggi bagi putra-putri asli daerah. Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, melakukan pertemuan strategis dengan Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Yahya Ahmad Zein, guna membahas perluasan akses kuliah tanpa harus membebani ekonomi keluarga.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UBT pada Kamis (5/3/2026) tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi perguruan tinggi negeri di perbatasan sebagai solusi utama pendidikan berkualitas bagi warga lokal.

Wagub Ingkong Ala mengungkapkan keprihatinannya terhadap beban biaya besar yang selama ini harus ditanggung para orang tua di Kaltara saat mengirim anak-anak mereka kuliah ke luar pulau. Menurutnya, keberadaan UBT seharusnya menjadi jawaban agar generasi muda tidak lagi terkendala jarak dan biaya.

“Kami berharap UBT terus mengakomodasi putra-putri Kaltara agar mendapat pendidikan yang lebih baik. Kami sangat mengapresiasi kebijakan Rektor yang telah memberikan ruang khusus melalui jalur afirmasi bagi anak-anak daerah kita,” ujar Ingkong Ala.

Kebijakan afirmasi ini dipandang sebagai langkah krusial untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memahami kebutuhan pembangunan di Kalimantan Utara.

Tak hanya soal kuota masuk, Pemprov Kaltara bersama Lembaga Adat Dayak juga berencana menyusun program pendampingan khusus atau try out bagi siswa-siswi di wilayah pelosok. Langkah ini diambil agar pelajar dari perbatasan memiliki daya saing yang setara dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Guna menjamin keberlanjutan studi, Ingkong menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mendorong sinergi anggaran beasiswa, baik dari tingkat kabupaten/kota maupun kontribusi sektor swasta melalui dunia usaha.

“Kami akan terus mendorong skema beasiswa dari daerah dan dunia usaha agar tidak ada lagi putra-putri Kaltara yang putus sekolah karena kendala biaya,” tegasnya.

Diskusi tersebut juga mengungkap fakta adanya kesenjangan informasi di daerah pelosok mengenai peluang pendidikan di UBT. Padahal, saat ini mayoritas mahasiswa di berbagai fakultas UBT sudah didominasi oleh anak-anak lokal Kaltara.

Wagub berharap sosialisasi mengenai kemudahan kuliah di UBT dapat menjangkau hingga ke ujung perbatasan. Hal ini penting agar para pelajar di pelosok semakin percaya diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri.

“Kita ingin informasi ini sampai ke daerah perbatasan. Anak-anak kita harus tahu bahwa mereka punya kesempatan besar untuk sukses melalui UBT,” tutup Wagub Ingkong.