April 24, 2026
Ekonomi

Tiket Speedboat Kini Bisa ‘Scan’ Barcode, Pelabuhan Kayan II Resmi Jadi Kawasan SIAP QRIS

  • April 18, 2026
  • 2 min read
Tiket Speedboat Kini Bisa ‘Scan’ Barcode, Pelabuhan Kayan II Resmi Jadi Kawasan SIAP QRIS

Kalimantan Raya, Ekonomi – Era transaksi tunai di pelabuhan Kalimantan Utara (Kaltara) perlahan mulai berganti. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara bersama pemerintah daerah resmi melakukan soft launching Pelabuhan Kayan II sebagai kawasan SIAP QRIS (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS).

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital guna menciptakan ekosistem pembayaran di pelabuhan yang lebih transparan, efisien, dan inklusif bagi masyarakat Bumi Benuanta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menjelaskan bahwa program ini adalah buah kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Dinas Perhubungan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program DIGI-PORT yang telah digulirkan sejak September 2025.

“QRIS dihadirkan sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi anggaran daerah,” ungkap Hasiando Ginsar Manik saat peresmian tersebut.

Komitmen ini sebelumnya telah diuji coba melalui proyek percontohan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan pada Desember 2025 lalu, dan kini giliran Pelabuhan Kayan II di Bulungan yang menerapkan sistem serupa.

Penerapan digitalisasi di Pelabuhan Kayan II tidak hanya menyasar retribusi, tetapi juga sektor pelayanan penumpang. Dalam pelaksanaannya, BI melibatkan tiga agen tiket dan 13 pemilik speedboat sebagai pelaku utama transaksi harian.

Masyarakat kini tak perlu lagi repot menyiapkan uang pas. Cukup dengan memindai kode batang melalui aplikasi perbankan atau dompet digital, pembayaran tiket maupun retribusi daerah selesai seketika.

“Masyarakat kini dapat membayar tiket speedboat secara non-tunai. Ini memberikan kemudahan, kecepatan, sekaligus mendorong ekosistem keuangan digital kita agar lebih luas,” terang Hasiando.

Program ini turut mendapat dukungan penuh dari perbankan lokal maupun nasional, mulai dari Bank Mandiri, BRI, BSI, hingga Bankaltimtara yang berperan dalam penyediaan layanan bagi para pedagang dan agen (merchant).

Target Bank Indonesia tidak berhenti di Bulungan dan Tarakan saja. Hasiando membeberkan jadwal perluasan program SIAP QRIS ke seluruh wilayah Kaltara. Pada Mei 2026 mendatang, soft launching dijadwalkan menyasar pelabuhan di Kabupaten Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan.

Puncaknya, grand launching Pelabuhan SIAP QRIS se-Kalimantan Utara direncanakan berlangsung pada Juni 2026.

Bank Indonesia turut menyampaikan apresiasi atas sinergi Pemerintah Kabupaten Bulungan dan seluruh pihak terkait. Transformasi digital ini diharapkan bukan sekadar gaya hidup, melainkan mesin baru penggerak ekonomi daerah yang lebih modern.

“Melalui program ini, masyarakat diharapkan merasakan manfaat nyata dari digitalisasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif,” pungkasnya.