April 24, 2026
Ekonomi

Geliat Ekonomi Syariah di Perbatasan, KaShaFa 2026 Targetkan Transaksi Rp3 Miliar dan Perkuat Rantai Halal Kaltara

  • April 24, 2026
  • 3 min read
Geliat Ekonomi Syariah di Perbatasan, KaShaFa 2026 Targetkan Transaksi Rp3 Miliar dan Perkuat Rantai Halal Kaltara

Kalimantan Raya, Ekonomi – Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syariah di kawasan perbatasan. Melalui perhelatan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara bersama Pemerintah Daerah bersinergi memperkuat ekosistem industri halal guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara yang menjadi rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2026 ini resmi dibuka pada Jumat (24/4/2026) di Islamic Center Tarakan, dengan mengusung tema strategis: “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”.

Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud Is, dalam sambutannya menekankan bahwa KaShaFa bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memosisikan ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan daerah. Mengingat status Kaltara sebagai provinsi muda, potensi pertumbuhan ekonomi berbasis syariah dinilai sangat besar, terutama dalam pengembangan industri halal.

“Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan. Kami berkomitmen terus mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha dan meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat,” ujar Ibnu Saud Is.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara mengungkapkan bahwa ekonomi syariah kini telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of growth). Hal ini didukung oleh posisi Indonesia yang kini menempati peringkat ke-3 global dalam pengembangan ekonomi syariah menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025.

Dampaknya terasa nyata di daerah. Pada tahun 2025, jumlah UMKM di Kaltara yang telah tersertifikasi halal melonjak tajam hingga 64 persen (year-on-year). Selain itu, akses permodalan juga semakin terbuka lebar yang tercermin dari pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah di Kaltara sebesar 12,93 persen.

“Capaian ini mengindikasikan semakin kuatnya fondasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara, baik dari sisi pelaku usaha maupun akses pembiayaan,” jelas pihak Bank Indonesia.

KaShaFa 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak acara yang berlangsung pada 24–26 April 2026 ini melibatkan 54 UMKM unggulan, naik signifikan dari partisipasi tahun lalu.

Selain bazar produk halal, BI bersama Bulog dan TPID juga menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas inflasi dan keterjangkauan harga pangan di daerah. Berbagai kegiatan edukatif seperti seminar investasi, talkshow literasi keuangan, hingga pelatihan sistem jaminan halal turut mengisi agenda ini.

Sebagai penutup yang dinanti masyarakat, KaShaFa 2026 akan menghadirkan penceramah kondang, Ustad Das’ad Latif, dalam sesi Tabligh Akbar. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan literasi ekonomi masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

Optimisme tinggi dipasang dalam gelaran tahun ini. Panitia menargetkan nilai transaksi ekonomi selama festival berlangsung mampu menyentuh angka Rp3 miliar, melampaui capaian tahun lalu yang berada di angka Rp2,60 miliar.

Melalui sinergi lintas lembaga antara BI, Kementerian Agama, BPJPH, serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), KaShaFa 2026 diharapkan mampu membawa produk UMKM halal Kaltara menembus pasar nasional hingga internasional.