March 5, 2026
Ekonomi

Dihujani Antusiasme Ribuan Jamaah, Kajian Ustadz Hanan Attaki Jadi Momentum Literasi Digital BI Kaltara

  • Maret 2, 2026
  • 2 min read
Dihujani Antusiasme Ribuan Jamaah, Kajian Ustadz Hanan Attaki Jadi Momentum Literasi Digital BI Kaltara

Kalimantan Raya, Ekonomi – Gelombang antusiasme warga Tarakan terhadap rangkaian Road to Kaltara Sharia Festival (KaSHaFA) 2026 mencapai puncaknya pada Senin (2/3/2026). Ribuan warga memadati lokasi acara untuk mengikuti Kajian dan Buka Puasa Bersama dai nasional, Ustadz Hanan Attaki, yang mengusung tema Hati yang Tenang di Zaman yang Bising.

Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Ramadhan SIAP QRIS ini menjadi magnet utama bagi masyarakat. Tercatat sekitar 4.000 jamaah hadir memadati lokasi, bahkan tiket masuk ludes terjual dalam waktu singkat, menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang edukatif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menyampaikan bahwa kehadiran Ustadz Hanan Attaki bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan sarana strategis untuk menanamkan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

“Ramadhan SIAP QRIS kami hadirkan sebagai momentum meningkatkan iman sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ustadz Hanan Attaki. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang belum berkesempatan mendapatkan tiket, mengingat keterbatasan kapasitas untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan jamaah,” jelas Hasiando.

Lebih dari sekadar kajian ilmu, acara ini juga menjadi kampanye masif mengenai perlindungan konsumen serta gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Bank Indonesia secara khusus mengedukasi jamaah untuk memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS, tidak hanya untuk transaksi belanja, tetapi juga sebagai sarana penyaluran infak dan wakaf yang lebih transparan.

Melalui integrasi QRIS, jamaah diajak berpartisipasi langsung dalam mendukung program wakaf produktif yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dana yang terkumpul dari infak digital ini nantinya akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, memperkuat sisi sosial dari ekosistem ekonomi syariah di Kaltara.

“Melalui digitalisasi ini, kita ingin menunjukkan bahwa ekonomi syariah itu inklusif, mudah, dan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus kami perkuat untuk membangun ekosistem syariah yang kompetitif,” tambah Hasiando.

Kesuksesan acara ini diharapkan mampu memperluas akseptasi pembayaran digital di Kaltara, sekaligus memperkokoh pemahaman masyarakat bahwa digitalisasi keuangan berjalan beriringan dengan nilai-nilai syariah yang menenangkan, sejalan dengan tema yang diusung dalam kajian tersebut.