Hadapi Ekonomi Gelap 2023, Perekonomian Kaltara Diprediksi Tetap Tumbuh Melesat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Prov Kaltara) prediksi Perekonomian Kaltara Tetap Tumbuh Positif Didukung Kinerja Ekspor, Konsumsi dan Investasi. pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun 2023 diprakirakan melanjutkan momentum pertumbuhan positif pada kisaran 4,18%-4,98% (yoy).

KPwBI Prov Kaltara melalui Dodi Hermawan selaku Deputi Kepala Perwakilan menyampaikan di tengah ancaman risiko resesi global pada tahun 2023 diproyeksikan akan tumbuh positif. Sejalan dengan itu, seluruh pihak diharapkan dapat memanfaatkan peluang dan potensi yang ada, mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, dengan tetap waspada terhadap dinamika kondisi eksternal yang masih akan mewarnai di tahun 2023. Secara keseluruhan tahun 2022, perekonomian Kaltara diprakirakan akan lebih baik dibandingkan 2021 sebesar 4,59%-5,39% didukung terutama oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor serta tumbuh positifnya lapangan usaha utama, antara lain pertambangan dan perdagangan.

“Salah satu kiat untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi positif tetap berlanjut adalah dengan menjaga ekspektasi kedepan, baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat” ujar Dodi.

Tercatat beberapa peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari domestik maupun eksternal. Di industri pengolahan, seiring membaiknya kinerja pengolahan CPO dengan beroperasinya pabrik-pabrik pengolahan CPO baru dan penambahan kapasitas pengolahan pabrik CPO existing di tengah kebijakan B30 yang terus berjalan. Sektor konstruksi pun diperkirakan akan lebih tinggi seiring dengan komitmen dari pengembang untuk dapat menyelesaikan pembangunan awal dari KIHI Tanah Kuning pada tahun 2024. Berlanjutnya pembangunan-pembangunan proyek-proyek strategis nasional, serta proyek swasta lainnya akan menopang kinerja sektor konstruksi Kaltara. Sementara itu, sektor tersier diprakirakan juga akan tumbuh lebih tinggi seiring pembatasan-pembatasan yang akan lebih dilonggarkan pada tahun 2023. Demikian disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan, Dodi Hermawan pada Pertemuan Tahunan Bank Indoesia (PTBI) 2022 yang digelar secara hybrid di Tarakan, Kalimantan Utara.

Lebih lanjut disampaikan perlunya mewaspadai tren harga komoditas global yang diperkirakan tidak setinggi periode sebelumnya sehingga dapat berdampak pada tertahannya ekonomi Kaltara yang bergantung pada ekspor bahan mentah. Semakin masifnya gerakan ekonomi hijau di level global serta peningkatan produksi pada mitra-mitra dagang dan kompetitor Kaltara juga perlu dicermati. Selain itu, masih berlanjutnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina diperkirakan juga akan meningkatkan ketidakpastian global dan menjadi faktor penahan perekonomian Kaltara

Share.

Leave A Reply