Jaga Kondusifitas, Forsat Tegaskan Tak Ikut Campur Persoalan Internal Partai

0

SAMARINDA – Forum Ormas Bersatu (Forsat) tegaskan akan tetap konsisten menjaga kedamaian, kondusifitas serta kenyamanan terhadap masyarakat di Kaltim.

Hal ini sebagai langkah dalam menjawab adanya potensi gejolak yang terjadi di masyarakat seusai adanya usulan pergantian pucuk pimpinan DPRD Kaltim.

Ketua Umum Komite Pasukan Simpati Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Kopasti Gepak), Muhammad Barkati menerangkan ketika terdapat permasalahan yang kecil sudah seyogianya dapat diselesaikan dengan musyawarah. Hadirnya ormas di tengah masyarakat pun sudah seharusnya saling menjaga kedamaian satu sama lain.

“Kita tidak ingin hal kecil yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan mekanisme sesuai aturan hukum tapi malah menjadi besar, akibat saling mementingkan ego,” tuturnya.

Menyoal adanya pergantian pucuk pimpinan di DPRD Kaltim yang dilakukan oleh Partai Golkar, Barkati menegaskan bahwa kejadian tersebut sudah seharusnya dari pihak eksternal Golkar tidak memasuki ranah itu.

“Misalnya, di rumah, anda memiliki permasalahan dengan keluarga anda, kemudian saya ikut campur urusan kalian. Gimana tanggapan anda? Kan itu tidak elok kalau saya ikut campur. Karena urusan internal kalian, kira-kira seperti itu,” paparnya

Sehingga, menyangkut adanya dinamika dalam perpolitikan itu sudah selayaknya ormas tidak ikut serta, karena harus menghargai urusan internal dari masing-masing pihak.

Sekretaris Jenderal DPP Gagak Bersatu Agung Gunawan menyampaikan sebagai Ormas kedaerahan, pihaknya tidak akan masuk ke dalam ranah internal dari gejolak yang ada, yakni merupakan perseteruan dari internal Partai Golkar.

“Jangan sampai kita justru jadi memperkeruh keadaan dan dimanfaatkan oleh elit politik,” kata Agung saat Forsat melakukan konferensi pers di Jalan M Yamin, Samarinda, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, sebagai Ormas daerah itu memiliki tugas untuk menjaga kondusifitas daerah. Karena, hal itu merupakan salah satu tanggung jawab pihaknya sebagai bagian dari masyarakat di Kaltim.

“Masalah internal partai tidak berpengaruh pada kondusifitas di daerah,” tegasnya.

Diketahui, Forsat yang terdiri sebanyak 25 ormas se-Kaltim ini merupakan sebuah wadah yang berdiri sekira 5 tahun silam, akibat munculnya gejolak di masyarakat dan akhirnya bersepakat secara bersama-sama untuk menjaga kondusifitas daerah ketika terdapat permasalahan.

Share.

About Author

Leave A Reply